Trump Tolak Resolusi Parlemen AS Soal Komentar Rasialnya

DUNIA | 17 Juli 2019 20:43 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak resolusi yang dikeluarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR AS) untuk mengutuk Trump atas komentarnya yang bernada rasis kepada beberapa legislator perempuan Minggu lalu.

Resolusi DPR AS "mengecam komentar rasis Trump yang telah melegitimasi ketakutan dan kebencian terhadap orang Amerika Baru (New American) dan orang kulit berwarna."

Trump menolak resolusi itu dengan mengatakan dalam sebuah kicauan di Twitter: "Saya tidak memiliki 'latar belakang' rasis dalam tubuh saya," demikian seperti dikutip dari BBC, Rabu (17/7).

Dalam sebuah twit, ia juga meminta fraksi Republik di DPR AS untuk tidak "jatuh dalam perangkap partai Demokrat" yang beroposisi.

Sebelumnya, Donald Trump melontarkan kritik yang dituduh bernada rasis kepada beberapa perempuan anggota DPR AS fraksi Demokrat (oposisi) berlatarbelakang kulit berwarna dan imigran-naturalisasi.

Ia mengutarakan agar mereka "bisa hengkang dari AS" dan kembali ke negara asalnya yang "sedari awal merupakan bencana total."

Publik merespons keras komentar Donald Trump, menyebut sang presiden rasis dan xenofobia.

Sidang di DPR dalam rangka menerbitkan resolusi itu berlangsung terpolarisasi. Meski kursi DPR didominasi oleh Demokrat, fraksi Republik menentang keras resolusi itu, menyebutnya sebagai "pelanggaran terhadap tata krama."

Voting akhir tetap meloloskan resolusi, dengan perolehan suara 240-187.

Kendati demikian, empat anggota fraksi Republik diketahui mendukung resolusi.

Mereka adalah Will Hurd dari konstituen Texas (satu-satunya politisi Afrika-Amerika dari Republik), Brian Fitzpatrick dari Pennsylvania, Fred Upton dari Michigan, dan Susan Brooks dari Indiana.

Dalam serangkaian tweet pada Minggu 14 Juli, presiden mengatakan bahwa anggota DPR fraksi Demokrat; Alexandria Ocasio-Cortez, Ilhan Omar, Ayanna Pressley dan Rashida Tlaib "awalnya berasal dari negara-negara yang pemerintahannya merupakan bencana total" dan menyarankan mereka harus "kembali."

Trump tidak secara eksplisit menyebut nama para perempuan itu.

Namun, kontekstual kritik menggarisbawahi kritiknya yang ditujukan kepada empat perempuan DPR fraksi Demokrat tersebut, yang populer dikenal sebagai The Squad.

Semuanya adalah warga negara AS. Tiga terlahir di sana dan satu merupakan imigran-naturalisasi sedari kecil.

Di sisi lain, keempat politisi perempuan tersebut telah menepis berbagai permintaan komentar. Mereka menyebutnya sebagai sebuah 'gangguan' dan meminta publik berfokus pada kebijakan ketimbang kata-kata presiden.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Alexandria Ocasio-Cortez Serang Balik Trump, Singgung Kasus Pelecehan Seksual
DPR AS Kutuk Serangan Rasial Donald Trump ke Empat Anggota Kongres Perempuan
Minggu Pagi Ketika Trump Menuangkan Minyak ke Kobaran Api Rasial
Diserang Trump, Empat Perempuan Anggota Kongres: Kami Tak Akan Diam
Melania Trump Bungkam Suaminya Serang Anggota Kongres Perempuan dengan Pernyataan Ras
Mantan Direktur CIA: Amerika Tak akan Bertahan Jika Trump Menang Periode Kedua

(mdk/pan)