Trump, Turki Minta Rusia Berhenti Dukung Rezim Suriah

Trump, Turki Minta Rusia Berhenti Dukung Rezim Suriah
DUNIA | 17 Februari 2020 20:11 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Gedung Putih kemarin menyatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah meminta Rusia untuk berhenti mendukung "kekejaman" rezim Suriah di wilayah Provinsi Idlib.

Menteri Luar Negeri Turki juga menekan Rusia lantaran pasukan Suriah yang didukungnya terus menghantam dan memukul mundur pemberontak di kantong wilayah terakhir mereka di Idlib.

Didukung kekuatan Angkatan Udara Rusia, pasukan Presiden Basyar al-Assad semakin menggencarkan serangan di sebelah barat daya Idlib.

Dilansir dari laman the Times of Israel, Senin (17/1), dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Trump menyampaikan kekhawatirannya akan kekerasan di Idlib, Suriah dan mengatakan AS ingin Rusia mengakhiri dukungan terhadap kekerasan rezim Assad.

Turki memiliki 12 pos pemantauan di Idlib sebagai bagian dari kesepakatan antara Ankara dan Moskow untuk mencegah serangan militer Suriah namun pasukan Suriah terus menggencarkan serangan di wilayah itu.

1 dari 1 halaman

Empat pos pemantauan Turki saat ini diyakini sudah dikepung oleh pasukan Suriah dan Ankara mengancam akan menyerang Damaskus jika mereka tidak mundur hingga akhir Februari ini.

"Saya tekankan serangan di Idlib harus dihentikan dan perlu dibuat kesepakatan gencatan senjata yang tidak lagi dilanggar," kata Menteri Luar negeri Turki Mevlut Cavusoglu kepada wartawan dalam jumpa pers seusai bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Konferensi Keamanan Munich, Jerman.

Dalam perkembangan terakhir, pasukan Suriah secara resmi menguasai kantong terakhir pemberontak militan di Kota Aleppo dan sekitarnya setelah berperang selama hampir delapan tahun.

Menurut sumber di lapangan di Aleppo, kemenangan pasukan Suriah kemarin dicapai setelah mereka menguasai wilayah Layramoun dan Kafr Hamra yang selama delapan tahun terakhir dikuasai pemberontak jihadis.

Laman Al Masdar melaporkian, Minggu (17/2), selain menguasai Kafr Hamra dan Layramoun, pasukan Suriah juga mengambil alih Al Zahra, yang menjadi medan pertempuran utama di Aleppo.

Di saat yang sama pasukan Suriah juga menguasai kota terakhir Anadan, termasuk Hraytan, Babis dan 'Anadan.

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami