Trump Tutup Pemerintahan, 800 Ribu PNS AS Tidak Gajian

DUNIA | 11 Januari 2019 19:23 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Polemik Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan kubu Partai Demokrat soal pembangunan tembok perbatasan kian memperburuk situasi politik di Negeri Paman Sam.

Sejak tiga pekan lalu Trump mengumumkan pemerintahan ditutup karena permintaannya agar anggaran pembangunan tembok perbatasan disetujui Kongres tidak terpenuhi. Kubu Demokrat menolak menyetujui anggaran sebesar USD 5,7 miliar untuk pembangunan tembok pembatas itu. Sebagai dampaknya sekitar 800 ribu pegawai negeri sipil di AS tidak gajian hari ini. Penutupan pemerintah ini bisa menjadi yang terlama dalam sejarah AS.

Dikutip dari laman Mainichi, Jumat (11/1), sejumlah sektor pemerintah seperti taman nasional, badan pemeriksa makanan dan ekonomi secara keseluruhan terdampak dengan penutupan ini karena kantor-kantor tidak beroperasi. Kubu Republik pun di parlemen kini merasa tidak nyaman dengan permintaan Trump.

Ketika ditanya soal para PNS yang tidak akan gajian, Trump justru mengalihkan jawaban dengan mengatakan dia sangat bersedih dengan 'orang-orang yang anggota keluarganya tewas dibunuh' oleh para kriminal yang datang dari seberang perbatasan.

Dalam kunjungannya ke Texas Kamis lalu, Trump mengatakan jika Demokrat tetap tidak menyetujui anggaran pembangunan tembok itu maka dia akan mengumumkan kondisi negara darurat.

"Kalau tidak juga bisa menang dalam kasus ini maka harus berkompromi sebab menurut saya kompromi adalah situasi yang menguntungkan semua pihak, atau saya akan mengumumkan kondisi darurat nasional," kata Trump pekan lalu di Gedung Putih.

Baca juga:
Mike Pompeo Tegaskan AS Akan Tumpas Seluruh Dukungan Iran di Suriah
Ini Bencana Alam Telan Kerugian Terdahsyat Sepanjang 2018, Salah Satunya di Indonesia
Rapat Dengan Demokrat, Donald Trump 'Walk Out' Sambil Bilang 'Bye Bye'
Turki Minta AS Serahkan Pangkalan Militer di Suriah, Jika Tidak akan Dihancurkan
Makin Banyak Warga AS Salahkan Donald Trump, Ini Penyebabnya
Anggota Kongres Amerika Serikat Rashida Tlaib Hapus Israel dari Peta di Kantornya

(mdk/pan)