Tujuh WNI Diduga Ditahan di Afghanistan karena Dituduh Ingin Gabung Kelompok Militan

DUNIA | 27 September 2019 10:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Seorang narasumber terorisme kemarin mengungkapkan tujuh orang Indonesia, baru-baru ini, diduga tengah ditahan di Kabul, Afghanistan setelah menyeberang dari Iran. Mereka ditahan karena dituding ingin bergabung dengan kelompok militan lokal.

Narasumber itu mengklaim telah memahami informasi bahwa "sekarang, tujuh orang Indonesia ditahan di Kabul setelah mencoba melintas dari Iran untuk menuju Afghanistan," kata narasumber yang tidak ingin diketahui identitasnya. Ia tidak memberikan perincian serta menolak permintaan jurnalis untuk mengelaborasi lebih lanjut.

Liputan6.com telah mencoba mengonfirmasi informasi tersebut kepada Direktorat Perlindungan WNI/Kementerian Luar Negeri RI.

"Kami masih verifikasi dengan KBRI Teheran dan KBRI Kabul," kata pejabat dari direktorat tersebut.

KBRI Teheran di Iran dan KBRI Kabul di Afghanistan juga telah dihubungi via pesan singkat. Namun, belum memberikan jawaban.

Narasumber yang sama menjelaskan, Afghanistan kini menjadi magnet bagi para simpatisan radikalisme/ekstremisme, sebagaimana Suriah dan Irak saat masih 'terinfeksi' ISIS.

"Afghanistan telah menjadi magnet seperti Suriah, tapi dalam skala yang lebih kecil," jelas narasumber itu.

"Salah satu penariknya adalah mitos tentang kiamat dan perang akhir zaman di Afghanistan --sebuah mitos serupa yang telah menarik banyak orang pergi ke Suriah (pada masa 'kejayaan' ISIS)."

Kelompok radikal/ekstremis afiliasi ISIS di Afghanistan, atau ISIL-KP (Islamic State of Iraq and the Levant Khorasan Province) diduga masih aktif di negara tersebut.

Mereka beroperasi di wilayah historis Greater Khorasan, yang meliputi Iran timur laut, Afghanistan, dan Pakistan barat. Namun, sejumlah laporan menyebut bahwa aktivitas mereka kini berpusat di Afghanistan timur dan perbatasan Pakistan.

Narasumber anonim itu menjelaskan bahwa saat ini ada "jaringan sel kecil di Afghanistan yang diduga terhubung dengan kelompok radikal/ekstremis di kawasan Indonesia-Malaysia-Filipina."

"Sel kecil di Afghanistan itu diduga memiliki keterhubungan dengan jaringan yang mendalangi teror bom gereja di Jolo, Sulu, Filipina selatan pada Januari 2019," ujarnya.

Dalam materi pemaparannya, narasumber itu juga menjelaskan, sel-sel simpatisan ISIS dari Indonesia "telah memindahkan aset mereka ke wilayah Khorasan, Afghanistan", dengan mengutip salah satu hadis.

Meski begitu informasi ini belum bisa terkonfirmasi.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tentara Afghanistan Serang Taliban Dekat Lokasi Pesta Pernikahan, 35 Orang Tewas
Bom Bunuh Diri Dekat Kantor Intelijen Afghanistan, 20 Orang Tewas
Niat Serang ISIS, Drone AS Tembaki 30 Petani di Afghanistan hingga Tewas
Kampanye Pemilu Afghanistan Diserang Bom Bunuh Diri, 48 Orang Tewas
Melacak Rute Pasokan Senjata AS yang Jatuh ke Tangan ISIS
Afghanistan Tuding Taliban Diperintah Qatar untuk Bunuh Warga

(mdk/pan)

TOPIK TERKAIT