Eko Patrio sambangi Kemenlu beri dukungan bagi pelawak yang ditahan di Hongkong

DUNIA | 9 Februari 2018 15:40 Reporter : Ira Astiana

Merdeka.com - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio mendatangi gedung Kementerian Luar Negeri RI bersama dengan sejumlah pekerja seni lain untuk menemui Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.

Kedatangannya tersebut untuk meminta penjelasan mengenai kelanjutan kasus penyalahgunaan visa yang menimpa dua komedian asal Jawa Timur, Yudo Prasetyo (Cak Yudo) dan Deni Afriandi (Cak Percil). Keduanya saat ini tengah ditahan di penjara Lai Chi Kok, Hong Kong.

"Kami mendengar dua komedian asal Jawa Timur yang ditahan karena menggunakan visa turis untuk bekerja. Di sini, maksud kedatangan kami adalah untuk berkomunikasi dengan pihak Kemenlu dan meminta penjelasan secara rinci mengenai kasus yang melibatkan keduanya," kata Eko, saat ditemui di Gedung Kemenlu, Jakarta Pusat, Jumat (9/2).

"Kami ingin tahu, langkah-langkah apa yang sudah dilakukan oleh pihak Kemenlu, sejauh apa pendampingan yang diberikan, nominal denda yang harus dibayar keduanya, serta berapa lama kurungan yang harus mereka jalani," lanjutnya.

Sebagai mantan komedian, Eko menuturkan bahwa kedatangannya ini juga untuk menunjukkan solidaritas sebagai sesama pekerja seni. Dia bersama rekan-rekannya, membagi tugas untuk memberi dukungan kepada dua pelawan yang ditahan dengan cara yang paling memungkinkan.

Dia meyakini bahwa kasus menimpa dua pelawak di Hong Kong tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh ketidaktahuan.

"Kami melihat mereka kasihan. Mereka sudah melakukan aktivitas, lalu dipenjara. Yang pasti kami dari Persatuan Artis Seniman Komedian Indonesia ingin mendampingi, menunjukkan kepedulian sebagai sesama pelaku komedian, lalu bagi tugas. "Saya ke Kemenlu dan nanti Kadir dan Tarzan untuk menemui keluarganya, karena mereka sesama Jawa Timur," paparnya.

"Kalau komedian yang sudah sering ke luar negeri, pasti sudah tahu regulasinya, kalau mau kerja dan terima upah bukan pakai visa turis, melainkan visa kerja. Tetapi dua orang ini tinggal di kampung yang sosialisasinya tentang visa dan paspor belum maksimal. Terkadang orang-orang di kota besar juga belum tahu," kata Eko.

Eko berharap dengan adanya kasus ini, maka warga negara lain khususnya para pekerja seni bisa menjadikannya pembelajaran. Dia juga berharap agar Kemenlu bisa melakukan sosialisasi tentang visa secara lebih maksimal.

"Ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita, khususnya para pekerja seni. Dengan adanya kasus ini, maka kita bisa mengambil hikmah. Saya juga berharap agar Kemenlu melakukan sosialisasi secara massive terkait regulasi visa ini," ujarnya.


Pemerintah tetap akan beri perlindungan bagi dua pelawak WNI ditahan di Hong Kong
Terima honor melawak, dua komedian WNI dipenjara di Hong Kong karena pakai visa turis
Secret Service serius mengusut foto 'kepala Trump' Kathy Griffin
Isak tangis Kathy Griffin dipecat CNN akibat 'penggal' Trump
Gara-gara lelucon 'penggal' Trump, CNN pecat pelawak Kathy Griffin
Ketika Fadli Zon terpingkal lihat ulah Komeng di DPR
Potret kemesraan Aming dan Evelyn alias Kevin di Instagram

(mdk/frh)