Turki Blokir Akses Media Sosial Setelah Serangan di Idlib Tewaskan 33 Tentara

Turki Blokir Akses Media Sosial Setelah Serangan di Idlib Tewaskan 33 Tentara
Anak-anak sambut konvoi tank tentara Turki. ©REUTERS/Osman Orsal
DUNIA | 28 Februari 2020 15:34 Reporter : Farah Fuadona

Merdeka.com - Pengguna internet di Turki sejak Kamis (27/2) malam kesulitan mengakses media sosial seperti Twitter, Instagram, YouTube dan sebagian layanan Whatsapp. Situs data jaringan dari observatorium internet NetBlocks mengkonfirmasi bahwa Turki telah memblokir akses ke media sosial sejak pukul 11.30 waktu setempat. Menyusul adanya serangan terhadap pasukan Turki di Idlib, Suriah pada Kamis kemarin.

Awalnya hanya pengguna provider Turk Telkom milik Pemerintah Turki yang dibatasi penggunaannya. Hingga berita ini dituliskan para pengguna provider lain di Turki juga mulai kesulitan mengakses media sosial.

Seorang pelajar Indonesia di Turki, Dafa menyadari adanya masalah jaringan saat mencoba mengakses Twitter miliknya.

"Dari pagi mau buka Twitter dan Instagram enggak bisa. Ini juga Whatsapp susah terkirim," ujarnya.

Ia mengaku terganggu dengan adanya pembatasan akses internet ini. Untuk mengakalinya, Dafa memilih mengaktifkan jaringan VPN agar lebih mudah mengakses internet untuk mendapatkan informasi terkini.

Pemerintah Turki memang kerap memblokir akses media sosial saat situasi memanas seperti setelah sebuah serangan teror. Situs Netblocks menuliskan pembatasan akses internet pertama kali dilakukan pemerintah Turki pada Desember 2016. Saat itu Turki memblokir media sosial secara nasional untuk mencegah berbagi video yang menunjukkan penghancuran tentara Turki oleh kelompok ISIS.

Baca Selanjutnya: 33 Tentara Turki Tewas...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami