Turki Sebut Putusan Pengadilan Arab Saudi Atas Kasus Pembunuhan Khashoggi 'Memalukan'

Turki Sebut Putusan Pengadilan Arab Saudi Atas Kasus Pembunuhan Khashoggi 'Memalukan'
jamal khashoggi. ©Sky News
DUNIA | 24 Desember 2019 11:21 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pemerintah Turki dan sejumlah kelompok HAM internasional mengecam putusan Pengadilan Arab Saudi atas kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Dalam putusannya, lima terpidana diputuskan bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Sementara tiga terpidana lainnya dijatuhi hukuman 24 tahun penjara.

Turki maupun aktivis HAM ini menilai putusan tersebut gagal mengantarkan pada keadilan. Khashoggi dibunuh pada 28 Oktober 2018 di Gedung Konsulat Arab Saudi di Turki. Setelah memasuki gedung untuk mengurus dokumen pernikahannya, Khashoggi tak pernah kembali dan jasadnya tak ditemukan sampai saat ini.

Vonis pengadilan Arab Saudi diputuskan pada Senin (23/12) kemarin. Khashoggi adalah kolumnis Washington Post dan pengkritik kebijakan putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS). MBS diduga pihak yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan dibantah keras pihak kerajaan. Dua ajudan MBS dibebaskan dalam kasus ini.

Kantor jaksa Arab Saudi menyampaikan sebanyak 31 orang diselidiki atas kaitannya dengan kasus tersebut, dan 11 orang didakwa. Namun nama-nama terpidana tak diungkapkan.

"Investigasi menunjukkan bahwa pembunuhan itu tidak direncanakan. Keputusan diambil secara mendadak," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum Saudi, Shalaan al-Shalaan, sebuah posisi yang bertentangan dengan temuan penyelidikan yang dipimpin PBB, dilansir dari Aljazeera, Selasa (24/12).

Turki menyebut putusan tersebut "memalukan" dan mengatakan pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut kebal hukum.

"Mereka yang mengirim pasukan pembunuh ke Istanbul dengan jet pribadi ... dan berusaha menyembunyikan upaya pembunuhan ini telah diberikan kekebalan," kata ajudan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Fahrettin Altun, di Twitter.

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan itu "jauh dari harapan negara kita dan komunitas internasional untuk menjelaskan pembunuhan dengan segala dimensinya, dan memberikan keadilan".

Ankara mengatakan tidak ada kejelasan tentang aspek-aspek utama dari pembunuhan itu termasuk keberadaan tubuh Khashoggi, menyebutnya kurang mendasar dalam hal pertanggungjawaban.

Baca Selanjutnya: Juru bicara Pemantau HAM Ahmed...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami