Turki Siapkan Penyelidikan Internasional Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

DUNIA | 23 Januari 2019 17:23 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pemerintah Turki mengungkapkan rencana membuka investigasi internasional kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Turki juga mengambil langkah lebih jauh dalam beberapa hari ke depan terkait penyelidikan kasus ini.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan Arab Saudi belum berbagi informasi apapun dengan Turki terkait hasil penyelidikannya dalam pembunuhan jurnalis The Washington Post tersebut. Hal ini disampaikan Cavusoglu dalam acara pertemuan pemuda di Istanbul, Senin lalu, sebagaimana dilansir dari Aljazeera, Rabu (23/1).

Cavusoglu mengatakan investigasi yang dilakukan pihaknya telah memaksa Arab Saudi mengakui pembunuhan Khashoggi dan menuding negara-negara Barat menyembunyikan kejahatan tersebut.

"Kami tahu bagaimana mereka, yang berbicara kebebasan pers di dunia, menutupi kasus ini ketika mereka melihat uang," sindirnya.

"Sekarang kami membuat berbagai persiapan untuk penyelidikan internasional dalam beberapa hari ke depan. Kami akan mengambil langkah-langkah penting," lanjutnya seraya menambahkan pihaknya tetap mengantisipasi berbagai kesulitan dalam mengungkap kasus tersebut.

Khashoggi, yang kerap mengkritik putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) dibunuh pada 2 Oktober setelah mendatangi konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Setelah dibunuh, Khashoggi dimutilasi di dalam gedung tersebut dan Turki menyebutnya sebagai pembunuhan berencana.

Arab Saudi kemudian membantah tudingan tersebut dan bersikeras Khashoggi tewas dalam sebuah operasi jahat setelah sebelumnya mengklaim Khashoggi telah meninggalkan konsulat sebelum menghilang.

Meskipun telah dilakukan investigasi bersama antara otoritas Turki dan Arab Saudi dan dilakukan pemeriksaan di gedung konsulat Arab Saudi di Turki, kediaman konsulat Arab Saudi, dan beberapa lokasi lainnya, namun jasad Khashoggi belum ditemukan. Ankara telah berulang kali menegaskan bahwa pembunuh Khashoggi tak bertindak sendiri.

Turki juga telah meminta Arab Saudi mengekstradisi mereka yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut agar segera dibawa ke Turki untuk diadili. Permintaan kembali dilayangkan setelah Riyadh mengumumkan awal bulan ini dimulainya persidangan terhadap 11 terdakwa, termasuk lima yang dituntut oleh jaksa Saudi.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pada Minggu lalu bahwa pihaknya tengah mengumpulkan bukti untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Dalam sebuah wawancara di salah stasiun televisi milik grup media, Sinclair, mengatakan hubungan dengan Arab Saudi dapat dipertahankan dan mereka yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi harus dimintai pertanggungjawaban. (mdk/pan)

Baca juga:
Tiga Jurnalis Turki Tulis Buku Tentang Rincian Pembunuhan Khashoggi
Pangeran bin Salman Masih Minta Nasihat dari Tersangka Utama Pembunuh Khashoggi
Lenyapnya Kabar Tersangka Utama Pembunuh Khashoggi
Sidang Perdana, 5 Terdakwa Pembunuh Khashoggi Dituntut Hukuman Mati
Netflix Dikritik Karena Tarik Tayangan Berisi Kritikan untuk Putra Mahkota Arab Saudi
Media Turki Rilis Video Tim Pembunuh Bawa Koper Diduga Berisi Jasad Khashoggi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.