Ucapan Donald Trump di KTT NATO Bikin Kesal Kim Jong-un

DUNIA | 6 Desember 2019 17:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak suka dengan julukan "Rocket Man" yang diutarakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam KTT NATO di London Selasa lalu. Pemerintah Korut menuntut agar sebutan itu tidak muncul lagi atau AS akan menerima konsekuensi fatal.

Selasa lalu dalam sebuah pertemuan Trump mengatakan dia memiliki hubungan yang sangat bagus dengan Kim Jong-un, namun dia mengingatkan AS memiliki militer yang paling kuat sehingga jangan diprovokasi. Dia mengucapkan hal tersebut saat membahas nuklir Korut.

Dikutip dari laman AP News, Jumat (6/12), "Kami memiliki militer terkuat yang pernah ada, dan kami sejauh ini adalah negara paling kuat di dunia dan semoga kami tidak perlu menggunakannya. Tetapi jika perlu, kami akan menggunakannya," ucap Trump.

Trump menambahkan, "(Kim Jong-un) suka menembakkan roket, kan? Itulah mengapa saya memanggil dia Rocket Man."

Choe Son-hui merupakan Wakil Pertama Menteri Luar Negeri Korut, mengkritik ucapan Donald Trump. Dia mengatakan ucapan itu membuat marah rakyat Korut terhadap AS. Korut pun mengancam akan kembali menyebut Trump sebagai "dotard" (bodoh akibat pikun).

"Jika ada bahasa atau ungkapan yang menambah atmosfer konfrontasi kembali digunakan ... maka itu tanda bahwa istilah dotard akan dipakai lagi," ujarnya.

Donald Trump dikenal suka memberi julukan ke berbagai orang, termasuk kepada dirinya sendiri. Trump menjuluki dirinya sebagai "Tariff Man" karena hobi memberikan sanksi tarif.

1 dari 1 halaman

Empat Kepala Negara Bergosip tentang Trump di KTT NATO

Dalam cuitannya di Twitter, Trump menyebut kunjungannya ke London sangat sukses, kendati KTT tersebut diwarnai dengan munculnya video viral tersebut dan juga ketegangan antara Trump dengan beberapa kepala negara sekutu AS termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

"Media berita palsu melakukan segala hal yang memungkinkan untuk meremehkan kunjungan saya yang SANGAT sukses ke London untuk NATO. Saya bergaul dengan pemimpin hebat NATO, bahkan membuat mereka membayar USD 130 miliar dalam setahun & USD 400 miliar setahun dalam tiga tahun," cuitnya.

"Tidak ada peningkatan untuk AS, hanya rasa hormat yang dalam!" lanjutnya, dilansir dari laman The Independent, Kamis (5/12).

Dalam video viral tersebut yang awalnya disebarkan biro kantor berita Kanada itu, Macron dan Trudeau terlihat membahas lamanya konferensi pers yang diselenggarakan Trump sembari menikmati minuman mereka di Istana Buckingham, bersama dengan Perdana Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, dan Putri Anne.

"Apakah itu yang membuat Anda terlambat?" tanya Boris Johnson kepada Macron dalam video tersebut, merujuk pada debat sengit Trump dan Macron terkait ISIS selama konferensi pers bersama pada hari Selasa.

"Dia terlambat karena dia menyelenggarakan konferensi pers selama 40 menit," kata Trudeau.

"Anda menyaksikan timnya saja sangat kaget," lanjutnya.

Reporter Magang: Denny Adhietya (mdk/pan)

Baca juga:
Memahami Sejarah Singkat 65 Tahun Konflik Iran-AS
Video Empat Kepala Negara Bergosip Soal Trump di Acara KTT NATO
Trump Tolak Hadir dalam Sidang Pemakzulan Besok
Ke Afghanistan, Trump Rayakan Thanksgiving Bareng Tentara AS
Sejarah Pendudukan Israel di Tanah Palestina Sejak 1967
Donald Trump Bakal Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Organisasi Teroris

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.