Unjuk Rasa Memprotes Kenaikan Harga BBM di Iran Berujung Ricuh

DUNIA | 17 November 2019 12:25 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Rakyat Iran kemarin berunjuk rasa memprotes kenaikan harga bahan bakar dan penjatahan bensin. Harga naik setidaknya 50 persen pada hari Jumat (15/11).

Pemerintah Iran mengurangi subsidi besar pada harga bensin untuk mengekang dampak sanksi AS yang telah sangat mempengaruhi perekonomian Iran. Demikian dikutip dari BBC, Sabtu (16/11).

Iran menghadapi sanksi keras terhadap ekspor minyak setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan negara-negara kuat dunia pada 2018.

Kantor berita IRNA melaporkan protes parah di Sirjan, Iran tengah, pada Jumat malam ketika orang-orang menyerang gudang penyimpanan bahan bakar di kota dan mencoba membakarnya.

Polisi akhirnya turun tangan untuk membubarkan mereka.

Satu orang tewas dan yang lainnya terluka, kata kantor berita ISNA mengutip pernyataan gubernur Sirjan.

Protes juga pecah di kota-kota lain termasuk Mashhad, Birjand, Ahvaz, Gachsaran, Abadan, Khoramshahr, Mahshahr, Shiraz dan Bandar Abbas, tambahnya.

Di Mashhad, kota terbesar kedua Iran, puluhan demonstran yang marah memblokir jalan dengan meninggalkan mobil mereka dalam lalu lintas, kantor berita AP melaporkan mengutip media pemerintah Iran.

Di bawah aturan baru, setiap pengendara diizinkan untuk membeli 60 liter (13 galon) bensin per bulan dengan 15.000 real (Rp5.000) per liter. Setiap liter tambahan kemudian dikenakan biaya 30.000 real (Rp10.000).

Sebelumnya, pengemudi diizinkan hingga 250 liter dengan 10.000 real (Rp3.300) per liter, AP melaporkan.

Pendapatan yang diperoleh dari menghapus subsidi bensin akan digunakan untuk pembayaran tunai kepada rumah tangga yang berpenghasilan rendah, kata pemerintah.

Kepala Organisasi Perencanaan dan Anggaran Iran, Mohammad Baqer Nobakht, mengatakan bahwa mulai bulan ini, 18 juta keluarga akan mendapat tambahan uang tunai sebagai dampak dari kenaikan harga.

Langkah baru ini diharapkan akan menghasilkan 300tn real per tahun, katanya di televisi pemerintah.

1 dari 1 halaman

Harga Bahan Bakar Termurah di Dunia

Presiden Hassan Rouhani mengatakan pada hari Sabtu bahwa 75 persen dari wilayah Iran saat ini "di bawah tekanan" dan pendapatan tambahan dari kenaikan harga bensin akan diberikan kepada mereka dan bukan pada perbendaharaan, kata kantor berita AFP.

Iran merupakan negara dengan harga bahan bakar termurah di dunia karena subsidi yang besar dan penurunan nilai mata uangnya.

Negara tersebut juga salah satu produsen minyak terbesar di dunia, dengan ekspor bernilai miliaran dolar setiap tahun.

Presiden AS Donald Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran tahun lalu setelah mengabaikan perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan enam negara kuat dunia.

Di bawah perjanjian itu, Iran setuju untuk membatasi kegiatan nuklirnya yang kontroversial dan mengizinkan pengawas internasional dengan imbalan bantuan sanksi.

Sanksi tersebut telah menyebabkan krisis ekonomi Iran, mendorong nilai mata uang ke titik terendah, melipatgandakan tingkat inflasi tahunan, membuat investor asing lari dan memicu demo.

Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Mengaku Jadi Mata-Mata, Dua Warga Iran Ditangkap di AS
Dalam 24 Jam Aparat Keamanan Irak Tembak Mati 13 Demonstran
Sentimen Anti-Iran Diam-diam Mulai Tumbuh di Irak
Lima Muslimah Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh Dunia
Reaksi Dunia Atas Kematian Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi
Harga Minyak Dunia Naik Akibat Ledakan Kapal Tanker Iran

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.