Unjuk Rasa Tolak UU Kewarganegaraan, Warga India Masak Nasi Biryani di Tengah Jalan

DUNIA | 16 Desember 2019 17:12 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Unjuk rasa menentang UU Amandemen Kewarganegaraan (CAA) di India terus meluas. UU yang disahkan pekan lalu ini akan menjadi dasar pemberian status kewarganegaraan bagi warga non-Muslim yang melarikan diri dari negara tetangga karena persekusi agama. UU ini dinilai mengancam demokrasi India dan ditolak keras sejumlah kalangan.

Di Bengali, pengunjuk rasa memasak nasi biryani di tengah jalan yang ditutup perabotan dalam jumlah besar. Aksi ini terjadi di Distrik Parganas Utara 24, West Bengal. Demikian dilansir dari laman India Today, Senin (16/12).

Menurut laporan stasiun televisi Calcutta News, anggota polisi menyaksikan aksi tersebut dalam diam saat para pria memotong bawang, kentang dan tomat untuk menyiapkan biryani di jalan yang ditutup.

Ini menimbulkan pertanyaan tentang jenis unjuk rasa tersebut. Anggota polisi mencoba membubarkan orang-orang yang membuat biryani tetapi gagal karena para pengunjuk rasa mengepung mereka.

Jalan raya nasional telah ditutup sejak Minggu pagi setelah protes besar-besaran terhadap CAA.

1 dari 2 halaman

Narendra Modi Ajak Perkuat Perdamaian

Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi angkat bicara terkait UU Kewarganegaraan. Dia menyampaikan ingin "dengan tegas meyakinkan" sesama warga India bahwa UU tersebut tidak akan mempengaruhi warga negara India dari agama apa pun.

"Tidak ada orang India yang khawatir tentang Undang-Undang ini. UU ini hanya untuk mereka yang mengalami bertahun-tahun persekusi di luar dan tak ada tempat bagi mereka untuk melarikan diri kecuali India," kata dia melalui Twitter.

Dia juga mengingatkan saat ini waktunya untuk memperkuat perdamaian, persatuan, dan persaudaraan. Dia mengimbau warganya tak mempercayai desas-desus maupun kabar bohong.

"Kebutuhan saat ini bagi kita semua adalah bekerja sama untuk pembangunan India dan pemberdayaan setiap orang India, terutama yang miskin, tertindas dan terpinggirkan. Kami tidak akan mengizinkan kelompok berkepentingan untuk memisahkan kami dan menciptakan kegaduhan," kicaunya.

Pada kicauan lain, dia mengatakan UU Kewarganegaraan disahkan parlemen dengan dukungan yang luar biasa. Sejumlah partai politik dan anggota parlemen diklaim mendukung pengesahan tersebut.

"UU ini menggambarkan budaya penerimaan, harmoni, kasih sayang, dan persaudaraan India yang telah berlangsung selama berabad-abad," kata dia.

Dalam serangkaian kicauan sebagai tanggapan terhadap unjuk rasa UU Kewarganegaraan, Modi mengatakan protes keras semacam itu "tidak menguntungkan dan sangat menyusahkan". Dia mengatakan debat, diskusi dan perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, namun dia mengingatkan pengunjuk rasa jangan merusak dan mengganggu aktivitas warga lainnya.

2 dari 2 halaman

Gugat Polisi Delhi

Wakil rektor Universitas Jamia Millia Islamia mengatakan pihaknya menggugat Kepolisian Delhi karena memasuki kampus universitas tanpa izin dan memukuli para mahasiswa dan staf. Sebelumnya Mahkamah Agung setuju untuk mendengar petisi yang diajukan atas nama mahasiswa Universitas Jamia Millia Islamia atas tindakan polisi terhadap mereka pada hari Minggu di mana banyak mahasiswa terluka ketika polisi menerobos masuk ke kampus dalam dan menembakkan peluru gas air mata.

Unjuk rasa berlangsung di berbagai universitas di seluruh negeri di kota-kota seperti Lucknow, Varanasi, Kolkata, Mumbai dan Chennai. Pada hari Minggu, bentrokan dan kekerasan selama aksi unjuk rasa juga terjadi di Universitas Muslim Aligarh. Insiden kekerasan sporadis juga terlihat di Patna dan akses internet diblokir di kota-kota seperti Saharanpur.

Korlap mahasiswa di Delhi menyalahkan orang luar terkait kericuhan saat aksi unjuk rasa.

"Kami punya waktu dan sekali lagi menyatakan bahwa protes kami damai dan tanpa kekerasan," kata mereka dalam sebuah pernyataan.

"Kami mendukung pendekatan ini dan mengutuk pihak mana pun yang terlibat dalam kekerasan," lanjutnya, dilansir dari laman France 24, Senin (16/12). (mdk/pan)

Baca juga:
Demo Anti UU Kewarganegaraan Meluas, Polisi India Serbu Kampus dan Pukuli Mahasiswa
Polisi Tembak Kerumunan Demonstran Tolak UU Kewarganegaraan di India, Dua Orang Tewas
Parlemen India Sahkan RUU Kewarganegaraan yang Dinilai Meminggirkan Warga Muslim
Potret Minoritas Muslim Ibadah di Masjid Terbesar India
Terpidana Pemerkosa di India Minta Tak Dihukum Gantung Karena Polusi Bisa Membunuhnya
Berguru ke India, Ini Gaya Latihan Prajurit Wanita Afghanistan Saat Menembak

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.