Untuk Pertama Kali, Raja Salman Terima Kunjungan Rabi Yahudi Israel

Untuk Pertama Kali, Raja Salman Terima Kunjungan Rabi Yahudi Israel
DUNIA | 23 Februari 2020 13:13 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Raja Salman dari Arab Saudi menerima delegasi Pusat Internasional Dialog Antaragama dan Antarbudaya (KAICIID Dialogue Center) Raja Abdullah bin Abdulaziz pada Kamis, dalam delegasi tersebut juga ada seorang rabi Yahudi Israel, David Rosen.

Pengumuman kehadiran rabi Israel tersebut di Istana Kerajaan Arab Saudi adalah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kerajaan.

Meskipun acara tersebut diliput oleh Saudi Press Agency, nama-nama peserta tidak terdaftar, dan hanya gambar yang dirilis. Demikian seperti dilansir dari Middle East Eye, Minggu (23/2).

Akun Twitter tentara Israel menyambut gembira hal tersebut, mengatakan hal itu sebagai kerangka upaya yang baik dalam membangun jembatan toleransi antar agama yang berbeda.

Menteri Dalam Negeri Israel, Aryeh Deri mengatakan bulan lalu bahwa Israel sekarang diizinkan berkunjung ke Arab Saudi untuk tujuan bisnis dan keagamaan. Pernyataan itu memberikan lampu hijau bagi warga Israel untuk berkunjung ke Arab Saudi secara terbuka untuk pertama kalinya sejak berdirinya Israel.

1 dari 1 halaman

Menteri Kesehatan Qatar Dilarang Masuk Arab Saudi

Sementara itu, pihak berwenang Arab Saudi melarang Menteri Kesehatan Qatar, Hanan Al Kuwari menghadiri pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada Rabu, menurut koran berbasis di London, Alaraby.

Ini pertama kali Qatar tak bisa ikut berpartisipasi dalam sebuah pertemuan Teluk, negara Arab, atau pertemuan internasional di kawasan itu setelah Doha diblokade. Riyadh dan sekutunya memblokade Qatar pada 2017.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, Kementerian Luar Negeri Qatar menyampaikan pihaknya menyesalkan dan mengecam langkah Arab Saudi tidak memberikan izin masuk kepada Menteri Kesehatan Qatar untuk menghadiri pertemuan yang diminta oleh Sekretariat Jenderal Dewan Kerjasama Teluk untuk menangani virus corona.

"Arab Saudi selalu mengklaim bahwa sistem Dewan Kerjasama Teluk, terutama komite teknis, efektif dan tidak terpengaruh oleh krisis Teluk, akan terkejut kemudian oleh langkah tersebut. Dewan telah mempolitisasi sektor kemanusiaan yang membutuhkan kebijaksanaan dan keharusan untuk menjauhkannya dari perselisihan politik. (mdk/pan)

Baca juga:
Amerika Rancang Rencana Pertemuan Putra Mahkota Arab Saudi dan PM Israel di Mesir
Bertemu Raja Salman, MPR Minta Tambahan Kuota Haji
Liberalisasi Arab Saudi di Bawah Kepemimpinan Pangeran Muhammad bin Salman
Video Turis Korea Marah-Marah Karena Toko di Saudi Tutup Saat Waktu Salat
Mantan Imam Masjidil Haram Tegaskan Nabi Muhammad Tak Larang Musik dan Nyanyi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami