Venezuela Sambut Kedatangan Kapal Minyak Iran Untuk Atasi Krisis BBM

Venezuela Sambut Kedatangan Kapal Minyak Iran Untuk Atasi Krisis BBM
DUNIA | 26 Mei 2020 17:09 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sebuah kapal tanker minyak bernama "Fortune" berlayar ke Venezuela dari Iran, kapal pertama dari lima kapal yang diperkirakan tiba di negara yang mengalami kekurangan BBM. Kedatangan kapal minyak Iran disambut baik pejabat pemerintah pada Senin.

Langkah tersebut merupakan bukti kuatnya hubungan ekonomi antara Venezuela dan Iran, dua negara yang mendapat sanksi dari pemerintah Amerika Serikat. Perwakilan dari kedua negara melakukan transaksi sebagai tanda kekuatan.

"Terima kasih Iran," kata pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro di Twitter pada hari Minggu.

"Hanya persaudaraan masyarakat bebas yang akan menyelamatkan kita," imbuhnya, dilansir dari The New York Times, Selasa (26/5).

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, mengkritik langkah tersebut, menuduh pemerintah Maduro sebagai "organisasi kriminal" yang menggunakan emas yang diperoleh secara ilegal untuk membeli bahan bakar dari Teheran. Tetapi dia tidak mengatakan apakah AS akan berusaha untuk memblokir pengiriman, atau apakah akan menanggapi dengan sanksi lebih lanjut pada kedua negara.

"Venezuela membutuhkan pemilihan presiden yang bebas dan adil yang mengarah ke demokrasi dan pemulihan ekonomi," katanya, "bukan kesepakatan mahal Maduro."

1 dari 2 halaman

Venezuela butuh BBM, Iran butuh uang tunai

bbm iran butuh uang tunai

Risa Grais-Targow, seorang analis Venezuela di Eurasia Group, sebuah perusahaan konsultan risiko politik, mengatakan pengiriman minyak menyoroti tujuan ekonomi dan politik yang semakin paralel dari kedua negara, serta semakin terbatasnya pilihan pemerintah AS untuk menghalangi hubungan kedua negara.

Venezuela membutuhkan BBM dan memiliki emas. Iran memiliki minyak tetapi membutuhkan uang tunai. Baik Venezuela dan Iran ingin sekali membalas pemerintahan Trump. Dan pemerintah AS terganggu pandemi virus corona dan telah mengeluarkan sanksi keras, dibiarkan dengan beberapa opsi pembalasan di luar intervensi militer.

"Sangat mengejutkan bahwa Iran merasa cukup percaya diri pemerintahan Trump tidak akan menghalangi mereka," kata Grais-Targow, "dan bersedia mengambil risiko ini dan masuk ke dalam apa yang secara tradisional dianggap sebagai lingkup pengaruh AS."

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar dunia dan pernah menjadi produsen minyak utama. Tetapi korupsi, kurangnya investasi, dan sanksi AS telah menghancurkan industri ini.

Kilang minyaknya rusak parah sehingga saat ini tidak ada yang memproduksi bensin, menurut Ivan Freites, seorang pemimpin serikat minyak.

2 dari 2 halaman

Warga jalan kaki berangkat kerja

Kapal-kapal Iran membawa sekitar 1,5 juta barel BBM, menurut Francisco J. Monaldi, seorang ahli minyak Venezuela di Universitas Rice Houston, mengutip informasi dari situs web industri tankertrackers.com.

Namun angka itu masih jauh dari cukup untuk mengatasi kekurangan BBM Venezuela yang parah. Dalam beberapa pekan terakhir warga mengantre berhari-hari di pom bensin - atau terpaksa berjalan kaki saat berangkat kerja. Dokter mengatakan mereka tidak bisa bekerja, dan ibu hamil yang akan melahirkan kesulitan menuju rumah sakit.

Monaldi mengatakan, tanker-tanker itu dapat memasok bensin yang cukup untuk beberapa pekan hingga sebulan pada tingkat konsumsi saat ini.

Tetapi dia memperingatkan agar tidak melihat pengiriman Iran sebagai solusi jangka panjang untuk kekurangan bahan bakar Venezuela, karena kelebihan bensin di Iran didorong karantina akibat virus corona.

"Iran, segera setelah karantina diperlonggar, mereka tidak akan memiliki kapasitas untuk memasok minyak ke Venezuela," katanya.

"Menurut saya itu bukan sesuatu yang dapat dilanjutkan secara sistematis."

Venezuela dan Iran memiliki hubungan selama puluhan tahun sejak pemerintahan Hugo Chavez, pendahulu Maduro dan pendiri negara sosialis Venezuela, yang menjadi presiden pada tahun 1999 dan meninggal pada tahun 2013. (mdk/pan)

Baca juga:
Venezuela Tangkap Warga AS Diduga Tentara Bayaran akan Kudeta Presiden Maduro
AS Dakwa Presiden Venezuela Atas Terorisme Narkoba, Tawarkan Imbalan USD 15 Juta
Ingin Lepas dari Pengaruh AS, Pemimpin Sayap Kiri Amerika Latin Mulai Bangkit
Donald Trump Bekukan Seluruh Aset Venezuela di AS
Para Pejabat di Negara ini Mundur karena Pemadaman Listrik
Maduro dan Oposisi Venezuela Sepakat Gelar Dialog

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5