Video Tahanan Uighur Ditutup Mata di Xinjiang Beredar di Internet

DUNIA | 9 Oktober 2019 07:27 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Sebuah video dari pesawat nirawak (drone) memperlihatkan ratusan tahanan ditutup matanya sedang dikawal di dekat sebuah kereta di China memicu kekhawatiran tentang penindasan pemerintah China terhadap muslim Uighur di Provinsi Xinjiang.

Video yang diunggah ke Internet oleh akun anonim pekan lalu itu memperlihatkan ratusan pria, sebagian besar memakai pakaian warna ungu dan oranye dengan rompi bertuliskan "Pusat Penahanan Kashgar" duduk berbaris di lantai di sebuah lapangan yang tampaknya stasiun kereta. Mereka semua rambutnya digunduli dan tangan diikat di belakang. Semua pria itu ditutup matanya dan diawasi oleh puluhan petugas polisi berpakaian seragam pasukan khusus SWAT.

CNN belum bisa memastikan keaslian video ini dan kapan video itu dibuat. Kementerian Luar Negeri China belum memberi komentar saat dimintai keterangan soal video ini.

Dalam pernyataan kepada CNN pekan lalu, otoritas di Xinjiang mengatakan "tindakan keras kepada pelaku kriminal sesuai dengan aturan dan sudah lazim dilakukan di China".

"Tindakan terhadap pelaku kriminal di Xinjiang tidak pernah berkaitan dengan etnis atau agama," kata pernyataan otoritas Xinjiang. "Memindahkan tahanan adalah aktivitas yang normal dilakukan."

Para pesakitan di China biasanya dipindahkan dengan ditutup matanya. Belum diketahui apakah mereka yang di dalam video itu ditahan karena berbuat kriminal atau alasan lain. Akun YouTube yang mengunggah video ini hanya memberi penjelasan dengan kalimat "pelanggaran hak asasi dan kebebasan jangka panjang dari pemerintah China di wilayah Otonomi Xinjiang Uighur.

1 dari 2 halaman

Video Itu Asli

Selama 2,5 tahun, China menahan ratusan ribu warga Uighur dan kelompok etnis minoritas Uighur. Beijing menyebut tindakan itu adalah kegiatan "sukarelawan di kamp deradikalisasi" dan "pusat pelatihan kejuruan". Mantan tahanan menyebut kamp itu sebagai tempat pengasingan dan di sana marak terjadi pelanggaran berupa penyiksaan dan ancaman.

Seorang pejabat intelijen mengatakan kepada CNN video itu asli,

"China harus ditindak atas perbuatan ini," kata si pejabat. "Banyak negara yang mendukung China tanpa memahami ada upaya untuk menghabisi seluruh identitas Uighur."

Si pejabat intelijen bisa memastikan peristiwa dalam video itu adalah pemindahan 500 tahanan dari Kashgar ke Korla pada awal tahun ini. Keterangan itu senada dengan analisis dari peneliti Nathan Ruser, pengamat China dari Institut Kebijakan Strategis Australia. Namun Ruser menyebut video itu dibuat pada Agustus 2018.

Ruser menuturkan video itu, termasuk data dari kamera drone dan penanda lokasi di lapangan bisa dibandingkan dengan foto satelit. Video itu dibuat di Stasiun Kuresi, dekat Kota Korla di Xinjiang.

2 dari 2 halaman