[Video] Trump Tidak Tahu di Mana Letak Negara Myanmar

DUNIA | 19 Juli 2019 17:17 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Rabu lalu bertemu dengan para penyintas korban persekusi agama dari berbagai belahan dunia, termasuk China, Turki, Korea Utara, Iran, dan Myanmar di Ruang Oval, Gedung Putih.

Ketika seorang pengungsi Rohingya dari Myanmar memohon bantuan kepada pemerintah AS, Trump malah bertanya di mana lokasi Myanmar.

"Saya orang Rohingya dari kamp pengungsi di Bangladesh. Sebagian besar dari kami bersedia pulang kembali ke kampung halaman secepatnya. Rencana apa yang bisa menolong kami?" tanya seorang penyintas kepada Trump, seperti dilansir laman MSN News, Jumat (19/7).

Trump kemudian menjawab pertanyaan orang Rohingya itu dengan, "Di mana itu persisnya (Myanmar)?" Duta besar AS untuk Kebebasan Beragama Internasional Sam Brownback yang berdiri di samping Trump kemudian memberi tahu. "Bangladesh itu sebelahan dengan Burma (Myanmar)."

Masih dalam kesempatan yang sama Trump juga tampaknya tidak tahu atas alasan apa seorang penyintas bernama Nadia Murad mendapat Hadiah Nobel ketika gadis Yazidi dari Irak itu juga memohon bantuan dari pemerintah AS.

"Jadi Anda dapat Hadiah Nobel? Itu Luar biasa. Atas alasan apa Anda dapat hadiah itu?" tanya Trump.

Padahal Nadia Murad adalah seorang penyintas korban budak seks kelompok militan ISIS di Irak. Dia berani bersuara di hadapan publik dan PBB untuk menyerukan perlindungan kepada kaum wanita dari kejahatan perang dan persekusi.

Berikut video ketika Trump menanyakan di mana Myanmar:

Baca juga:
Trump Tolak Resolusi Parlemen AS Soal Komentar Rasialnya
Alexandria Ocasio-Cortez Serang Balik Trump, Singgung Kasus Pelecehan Seksual
DPR AS Kutuk Serangan Rasial Donald Trump ke Empat Anggota Kongres Perempuan
Minggu Pagi Ketika Trump Menuangkan Minyak ke Kobaran Api Rasial
Diserang Trump, Empat Perempuan Anggota Kongres: Kami Tak Akan Diam
Melania Trump Bungkam Suaminya Serang Anggota Kongres Perempuan dengan Pernyataan Ras

(mdk/pan)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com