Virus Corona China Sudah Sampai Amerika, Bisa Bermutasi dan Menyebar Luas

DUNIA | 22 Januari 2020 12:53 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pihak berwenang di China kini berpacu dengan waktu untuk menangani merebaknya virus baru yang kini sudah menewaskan sembilan orang dan menjangkiti lebih dari 440 lainnya. Virus corona ini kemarin dipastikan bisa menular dari manusia ke manusia.

Laman CNN melaporkan, Rabu (22/1), virus yang menyerang saluran pernapasan itu kini sudah menyebar hingga ke Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan sekarang Amerika Serikat. Terlebih lagi saat ini China akan menghadapi musim mudik dan liburan Tahun Baru Imlek.

Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan virus yang berasal dari China ini kini didiagnosa menjangkiti seorang warga AS yang baru tiba di Kota Seattle dari China.

Pria yang dilaporkan terjangkit virus itu berusia 30-an tahun dan dia baru kembali dari Wuhan pada 15 Januari lalu.

"Pasien itu mendatangi fasilitas medis di Negara Bagian Washington dan dia kini dirawat di sana," kata pernyataan CDC, seperti dilansir laman BBC, Rabu (22/1).

"Berdasarkan catatan perjalanan dan gejala yang dia alami, petugas medis menduga memang itu jenis virus corona baru tersebut."

Hasil uji laboratorium membenarkan diagnosis dua hari lalu itu," kata CDC.

1 dari 3 halaman

Penularannya Belum Sepenuhnya Dipahami

Pejabat Kesehatan China sudah memperingatkan virus baru itu bisa bermutasi dan menyebar lebih jauh.

Pejabat Komisi Kesehatan Nasional mengakui China kini sedang dalam "status sangat kritis" untuk mencegah dan menangani penyebaran virus ini.

Dalam jumpa pers pertama kali sejak merebaknya virus ini, Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Li Bin mengatakan ada bukti penyakit ini terutama menyebar melalui saluran pernapasan.

Namun China masih belum mampu memastikan dari mana sumber asal virus itu.

"Penularan virus ini belum sepenuhnya dipahami dan ada kemungkinan virus ini bisa bermutasi dan menimbulkan risiko penyebaran yang lebih luas," kata Li.

2 dari 3 halaman

Pemerintah Thailand Perketat Pemeriksaan di Bandara

Saat ini sudah lebih dari 440 kasus korban terjangkiti virus corona itu di China dan mayoritas terjadi di Wuhan sendiri selain ke Beijing, Shanghai, dan Provinsi Guangdong, dekat Hong kong.

Komisi Kesehatan Kota Wuhan menuturkan, pada hari ini jumlah korban meninggal mencapai sembilan orang. Korban adalah pria 66 tahun dan perempuan 48 tahun yang meninggal dua hari lalu.

Pihak berwenang Thailand telah memberlakukan pemindaian termal wajib bagi penumpang yang datang dari daerah berisiko tinggi di bandara China di Bangkok, Chiang Mai, Phuket dan Krabi.

"Penumpang itu akan diperiksa tanpa pengecualian," ujar Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Khaleej Times, Selasa (21/1).

3 dari 3 halaman

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul menambahkan, jika mereka menunjukkan tanda-tanda demam, maka akan dikarantina selama 24 jam untuk pemantauan.

Seperempat dari semua penerbangan internasional dari Wuhan - pusat virus mematikan itu- tiba di Thailand. Sekitar 1.300 penumpang diperkirakan datang setiap hari dari Wuhan selama Tahun Baru Imlek, yang dimulai akhir pekan ini.

Thailand berupaya menghindari wabah mematikan itu selama musim puncak liburan Tahun Baru Imlek mendatang.

Dua warga China yang baru datang di Thailand ditemukan terjangkit jenis virus baru itu. Satu di antara mereka sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit dan telah kembali ke China. (mdk/pan)

Baca juga:
Corona Virus Penyebab Pneumonia bisa Menyebar dari Manusia ke Manusia
China Kalang Kabut Karena Wabah Virus Corona Meningkat Jelang Tahun Baru Imlek
Waspadai Virus dari China, Sejumlah Negara Asia Perketat Pemeriksaan di Bandara
Apa dan Bagaimana Virus Mematikan di China yang Sudah Menyebar ke Thailand
Pemerintah Teliti Dampak Penyebaran Virus Corona ke Ekonomi Indonesia
China Pastikan Virus Baru Menular Antar-Manusia, Kini Sudah Menyebar ke Thailand
Pneumonia asal Wuhan, Dokter Paru Minta Masyarakat Tetap Waspada pada Penularannya
Dokter Paru Sarankan Cara untuk Cegah Persebaran Pneumonia Wuhan
Masih Belum ada Vaksin untuk Cegah Persebaran Pneumonia asal Wuhan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.