Wabah Corona dan Tangis Ibu Demi Keluar dari Kota Wuhan Karena Anak Leukimia

Wabah Corona dan Tangis Ibu Demi Keluar dari Kota Wuhan Karena Anak Leukimia
DUNIA | 3 Februari 2020 05:03 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Lu Yuejin, wanita berusia 50 tahun memohon hingga berlinang air mata kepada petugas untuk bisa keluar dari provinsi Hubei. Provinsi itu diisolasi oleh pemerintah China karena wabah virus Corona.

Lu ingin segera keluar dari Hubei demi pengobatan putrinya, Hu Ping (26). Hu menderita Leukimia. Anaknya tak bisa mendapatkan perawatan kemoterapi kedua karena rumah sakit di Hubei sibuk menangani ribuan pasien Corona.

Baca Selanjutnya: Lu terpaksa berjuang untuk melewati...

Halaman

(mdk/rnd)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami