Wabah Virus Korona di China Jangkiti 200 Orang

Wabah Virus Korona di China Jangkiti 200 Orang
DUNIA | 20 Januari 2020 18:07 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pihak berwenang China melaporkan tiga kasus kematian akibat virus misterius dan lebih dari 130 kasus baru selama akhir pekan, termasuk salah satunya ditemukan di Beijing dan selatan China untuk pertama kalinya. Satu kasus baru juga dilaporkan di Korea Selatan pada Senin.

Lonjakan kasus menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana virus ditularkan dan menambah kekhawatiran tentang penyebaran penyakit menjelang musim liburan di China.

Komisi Kesehatan di Wuhan, asal virus tersebut pertama kali ditemukan bulan lalu, mengatakan pada Senin bahwa 136 kasus baru telah terdeteksi pada Sabtu dan Minggu, termasuk salah satu warga meninggal dunia. Sembilan pasien di kota tersebut masih dalam kondisi kritis.

Dua kasus baru dilaporkan terjadi di Beijing, dan satu kasus di Shenzhen, kota metropolis di selatan, dekat Hong Kong. Total kasus virus ini di China sekitar 200, lebih dari dua kali lipat dari jumlah yang dilaporkan sehari sebelumnya.

Kasus-kasus terbaru datang di tengah meningkatnya kekhawatiran di antara beberapa ahli bahwa wabah ini bisa lebih parah daripada yang dijelaskan pemerintah China.

Virus ini juga telah menyebar di luar China, dimana pihak berwenang di Korsel melaporkan pada Senin bahwa seorang perempuan China yang tiba di Bandara Internasional Incheon pada Minggu dari Wuhan positif terjangkit virus tersebut. Pekan lalu, tiga kasus dilaporkan terjadi di Thailand dan Jepang melibatkan orang-orang yang telah bepergian melalui Wuhan.

Ratusan juta penduduk di China diperkirakan akan berlibur pada Hari Raya Imlek, yang dimulai pada Jumat ini, pejabat kesehatan publik berupaya menghentikan kejadian luar biasa ini.

Pada Minggu, pemerintah pusat China berusaha meyakinkan masyarakat bahwa situasi telah terkendali. Komisi Kesehatan Nasional mengatakan bahwa para ahli sepakat bahwa epidemi "masih dapat dicegah dan dikendalikan."

Namun, komisi kesehatan mengakui bahwa sumber virus dan jalur penularannya tidak sepenuhnya dipahami.

"Mutasi virus masih perlu dimonitor," kata pernyataan itu, dikutip dari The New York Times, Senin (20/1).

1 dari 2 halaman

Pasien terbaru yang ditemukan di Wuhan selama akhir pekan, 66 orang adalah pria dan 70 perempuan, dan usia mereka mulai dari 25 sampai 89 tahun, komisi kesehatan melaporkan pada Senin. Kebanyakan dari para pasien mengalami gejala seperti demam, batuk, dan sulit bernafas.

Sebagian besar orang yang terinfeksi terpapar melalui binatang di sebuah pasar di Wuhan yang menjual makanan laut dan hewan hidup, kata pihak berwenang. Tetapi komisi kesehatan di Wuhan mengatakan pada hari Minggu bahwa beberapa orang yang terkena virus tidak terpapar dari pasar.

Pengakuan itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus itu dapat menyebar di pasar lain di Wuhan, kata para ahli, menambah kekhawatiran lebih banyak orang mungkin berisiko.

"Jika Anda tidak dapat menemukan sumber dan mengendalikan sumber virus, Anda tidak dapat memadamkan api," kata David Hui, direktur Pusat Penyakit Menular Stanley Ho di Universitas China di Hong Kong.

Hui mengatakan risiko penyebaran virus dari manusia ke manusia dalam skala luas tampaknya rendah, meskipun ia mencatat bahwa virus itu dapat bermutasi.

2 dari 2 halaman

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Minggu bahwa analisisnya menunjukkan penularan virus yang terbatas dimungkinkan, masih belum jelas apakah dapat dengan mudah menyebar dari satu orang ke orang lain. Kelompok itu mengatakan akan terus memeriksa masalah ini.

W. Ian Lipkin, seorang profesor Universitas Columbia yang bekerja untuk memerangi wabah SARS, mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui seberapa berbahayanya virus baru itu.

"Sampai menjadi mampu menularkan dari manusia ke manusia, tidak ada ancaman besar pandemi," kata Dr. Lipkin, direktur Pusat Infeksi dan Kekebalan di Mailman School of Public Health.

"Kita perlu mempersiapkan kemungkinan bahwa ini bisa menjadi wabah yang lebih besar, dan itu bisa menjadi pandemi," katanya.

"Tapi bukan berarti itu akan terjadi," pungkasnya. (mdk/pan)

Baca juga:
Peneliti Ungkap Bahwa Koronavirus Wuhan Sudah Infeksi Lebih dari 1000 Orang
Waspada Virus Corona, Menkes Minta Penjagaan Ketat di Bandara dan Pelabuhan
Virus Baru Mirip SARS Mewabah di China, Lebih dari 50 Orang Terjangkit
Wabah Pneumonia dari Wuhan Dipastikan Bukan SARS, Wujud Aslinya Masih Diselidiki
Satu Lagi Pembawa Bangkai Babi di Deli Serdang Ditangkap Polisi
Nelayan di Deli Serdang Minta Pembuang Bangkai Babi di Sungai Ditindak

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5