Wanita AS Kehilangan Hak Asuh Anak karena Hakim Saudi Anggap Dia Kebarat-baratan

DUNIA | 26 Agustus 2019 12:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Seorang wanita asal Amerika Serikat Bethany Vierra harus menghadapi kasus pengadilan dengan Arab Saudi untuk mendapatkan hak asuh anak perempuannya berusia 4 tahun. Hakim Saudi memutuskan dia terlalu kebarat-baratan untuk menjadi orang tua yang bagi putrinya.

"Ini seperti mimpi buruk yang tidak akan berhenti," kata bibi wanita itu, Marlene Vierra.

Vierra pindah ke Saudi setelah dinikahi seorang pria asal negara itu di Portugal. Pernikahan ini kemudian berakhir cerai dan Bethany harus memperjuangkan hak asuh atas anaknya Zaina. Bulan lalu dia kalah dalam persidangan.

"Mereka mengatakan Bethany tidak cocok untuk menjadi ibu Zaina karena dia terlalu kebarat-baratan," kata Marlene Vierra kepada NBC News.

Dikutip dari laman NBC News pekan lalu, hakim memberikan hak asuh kepada mantan ibu mertua Vierra dari Negara Bagian Washington. Vierra mengajukan banding atas putusan tersebut.

Pada laman Facebooknya, Bethany mengungkapkan bahwa dia dan putrinya telah mengalami pelecehan namun dia adalah orang yang dihukum oleh pengadilan. Dia juga mengatakan Kementerian Kehakiman Saudi telah melarangnya meninggalkan Arab Saudi selama 10 tahun dan bahwa otoritas Saudi telah mengeluarkan surat perintah untuk menangkapnya.

"Apa kejahatan saya? Melakukan handstand? Bukan Saudi? Tidak menutup aurat ketika sedang berlibur di Amerika Serikat?” tulisnya di Facebook.

"Tidak banyak hal yang saya lakukan dengan baik, tetapi menjadi ibu bagi Zaina adalah satu hal yang saya tahu bahwa saya ditakdirkan untuk menjadi ibunya," tulisnya. "Dia segalanya bagiku, tujuanku, sahabat karibku dan kegembiraanku."

Vierra tidak menyebutkan nama suami dan NBC News tidak bisa segera mengkonfirmasi keputusan tersebut atau menghubunginya. Kementerian Kehakiman Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Vierra mengatakan di Facebooknya bahwa putrinya sekarang mengalami mimpi buruk dan menangis setiap kali dia meninggalkan ruangan karena dia takut dia akan dibawa pergi.

Marlene Vierra mengatakan keluarga keponakannya telah hancur.

"Saya memikirkan anak kecil berumur 4 tahun dan apa yang sedang dia alami, dan dia tidak mengerti itu," katanya. "Dia melihat ibunya sedih, dan Bethany tidak akan meninggalkan putrinya, dia akan melawan untuk anaknya."

Ditanya mengenai kasus tersebut pada bulan Maret, seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa mereka mengetahui laporan seorang warga negara AS yang tidak dapat meninggalkan Arab Saudi bersama putrinya.
"Kami siap memberikan semua layanan konsuler yang sesuai dalam kasus kepada warga AS di luar negeri," pejabat itu menambahkan.

Kasus ini muncul ketika Arab Saudi tengah mengubah aturan bagi perempuan.

Bulan ini, kerajaan mengumumkan undang-undang baru yang melonggarkan pembatasan pada perempuan dengan mengizinkan warga negara untuk mengajukan paspor dan bepergian secara bebas, mengakhiri kebijakan perwakilan lama yang memberi pria kontrol atas wanita.

Sebelumnya, wanita diharuskan memiliki persetujuan pria untuk mendapatkan paspor atau bepergian ke luar negeri.

Perubahan lain yang dikeluarkan dalam dekrit memungkinkan perempuan untuk mendaftarkan pernikahan, perceraian, atau kelahiran anak dan akan dikeluarkan dokumen resmi keluarga. Ini menjadi wali sah bagi anak-anak dan juga seorang ayah.

Namun, masih ada aturan-aturan mensyaratkan persetujuan laki-laki bagi seorang wanita untuk perlindungan rumah tangga atau menikah. Perempuan, tidak seperti laki-laki, tidak dapat memberikan kewarganegaraan kepada anak-anak mereka dan tidak dapat memberikan persetujuan bagi anak-anak mereka untuk menikah.

Reporter Magang: Ellen RiVeren (mdk/pan)

Baca juga:
5 Pesta Pernikahan Ini Berakhir Tragis, dari Diserang Bom hingga Digempur Rudal
Ekonomi Dunia Melambat, Miliuner Saudi Justru Makin Tajir
Saudi Tawarkan Pembebasan Aktivis Perempuan Asal Keluarga Bungkam Soal Penyiksaan
Ritual Cukur Rambut Usai Ibadah Haji
Meredupnya Pengaruh Pangeran MBS di Mata Dunia Internasional
Menengok Momen Penggantian Kiswa Kabah

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.