Warga Keracunan di AS Meningkat Sejak Pernyataan Trump Soal Suntikan Disinfektan

Warga Keracunan di AS Meningkat Sejak Pernyataan Trump Soal Suntikan Disinfektan
DUNIA | 14 Mei 2020 12:05 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pada 23 April lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, suntikan disinfektan dapat membantu melawan virus corona. Trump mendapat kecaman atas pernyataan ini karena dapat diikuti oleh sebagian orang dengan meminum baham kimia beracun tersebut.

Buletin terbaru dari American Association of Poison Control Center (AAPCC), yang mengumpulkan data dari negara-negara bagian di AS, memaparkan beberapa petunjuk.

Bahkan sebelum komentar Trump dilontarkan, keracunan yang tidak disengaja karena cairan pemutih dan disinfektan lainnya meningkat mulai 1 Januari hingga 31 Maret tahun ini, menurut Laporan Angka Kematian Mingguan dan Pencegahan Kematian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, di mana orang-orang membersihkan permukaan, bahan makanan, ponsel, dan lainnya untuk melawan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19.

Sebagian besar keracunan akibat menghirup asap, tetapi ada juga kasus menelan, biasanya terjadi pada anak-anak yang mendapatkan bahan kimia itu karena ditinggalkan di tempat terbuka.

Setelah komentar Trump muncul, tampaknya ada peningkatan keracunan tak disengaja.

Dilansir dari TIME, Kamis (14/5), pada Januari, Februari dan Maret 2020, keracunan tak disengaja karena desinfektan rumah tangga masing-masing naik 5 persen, 17 persen dan 93 persen pada bulan yang sama dibandingkan tahun 2019.

Baca Selanjutnya: Pada April ada peningkatan 121...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami