Wawancara dengan Oprah, Harry-Meghan Ungkap Isu-Isu Panas Internal Kerajaan Inggris

Wawancara dengan Oprah, Harry-Meghan Ungkap Isu-Isu Panas Internal Kerajaan Inggris
Pangeran Harry dan Meghan Markle saat wawancara dengan Oprah Winfrey.. ©Harpo Productions/Joe Pugliese/Reuters
DUNIA | 8 Maret 2021 13:16 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pangeran Harry dan Meghan Markle, The Duchess of Sussex, menceritakan perjuangan hidup dalam keluarga kerajaan dalam sebuah wawancara yang paling ditunggu-tunggu dengan Oprah Winfrey, yang ditayangkan pada Minggu pukul 20.00 waktu AS.

Ini adalah wawancara pertama pasangan ini sejak mengumumkan perpisahan mereka dari keluarga kerajaan. Wawancara menghebohkan ini diperkirakan akan memperburuk perselisihan antara pasangan ini dan kerajaan Inggris.

Apa saja yang mereka ungkapkan dalam wawancara tersebut?

Hubungan dengan keluarga kerajaan:

Meghan mengatakan keluarga dan orang yang mengelola lembaga tersebut terpisah. Dia mengatakan Ratu Elizabeth selalu “baik” padanya, selalu membuatnya merasa diterima.

Oprah menanyakan apakah dia memilih “diam” atau “dibungkam”, yang dijawab Meghan “yang terakhir (dibungkam)”. Dia menambahkan saat istana siap berbohong untuk melindungi keluarga kerajaan yang lain, “mereka tak mau menceritakan yang sebenarnya untuk melindungiku dan suamiku.”

Harry mengatakan ayahnya, Pangeran Charles, berhenti mengangkat teleponnya setelah dia berencana keluar dari kehidupan kerajaan.

Ayahnya dan kakaknya, Pangeran William, “terperangkap” dalam peran mereka dan tidak bisa keluar. Harry menambahkan dia merasa kasihan pada mereka.

Harry mengatakan mendiang ibunya, Diana, Princess of Wales, akan “sangat marah dan sedih” melihat cara dia dan Meghan diperlakukan. Dia mengatakan Diana pasti ingin mereka bahagia.

Pangeran Harry juga mengungkapkan dia terputus secara finansial pada kuartal pertama 2020, tapi menerima warisan ibunya.

Harry mengatakan dia punya hubungan yang kuat dengan Ratu. Saat ayahnya kembali mengangkat teleponnya, prioritasnya ingin memperbaiki hubungan tersebut.

“Penyesalan saya adalah mempercayai mereka ketika mereka mengatakan saya akan dilindungi,” kata Meghan.

Soal rasisme:

Meghan mengungkapkan ada kekhawatiran tentang seberapa "gelap" anaknya nanti. Dia tidak akan memenuhi syarat untuk keamanan istana karena dia bukan seorang pangeran.

Tidak diungkapkan siapa yang menyuarakan keprihatinan warna kulit putra mereka Archie, namun secara tersirat itu adalah anggota keluarga.

Harry mengatakan tak ada satu pun anggota keluarganya yang mengatakan sesuatu tentang artikel rasis yang menargetkan Meghan.

“Itu melukai,” ujarnya, dikutip dari Deutsche Welle, Senin (8/3).

Kesehatan mental:

Meghan mengungkapkan tekanan berat yang dia hadapi membuatnya memikirkan bunuh diri.

Dia mengatakan ke pihak istana dia butuh bantuan untuk kesehatan mental, tapi tak mendapat dukungan.

“Saya hanya tidak ingin hidup lagi. Dan itu adalah pikiran yang sangat jelas, nyata, dan terus-menerus menakutkan.”

Pers Inggris :

Meghan membantah laporan dia membuat kakak iparnya, Kate Middleton, Duchess of Cambridge, menangis saat persiapan pernikahannya. Oprah membaca berita utama yang menunjukkan standar ganda dalam melaporkan Kate dan Meghan.

Kehidupan pribadi:

Pasangan ini tengah menantikan anak kedua mereka dan mengungkapkan mereka akan memiliki anak perempuan musim panas ini.

Harry mengatakan "tidak akan bisa" mundur selangkah dari keluarga kerajaan tanpa Meghan. Meghan adalah jalan keluarnya.

“Kami sebenarnya tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang,” kata Meghan.

“Ini lebih hebat dari dongeng mana pun yang pernah Anda baca.”

Baca Selanjutnya: Reaksi kerajaan Inggris...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami