WHO: Pandemi Covid-19 Tidak Akan Berakhir Tahun Ini

WHO: Pandemi Covid-19 Tidak Akan Berakhir Tahun Ini
Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. ©2020 AFP PHOTO/CHRISTOPHER BLACK/WORLD HEALTH ORGANIZATION
DUNIA | 2 Maret 2021 16:20 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pandemi dan penyebaran Covid-19 tidak akan berakhir tahun ini meski di sejumlah negara kasusnya sudah menurun berkat pembatasan dan program vaksinasi.

Dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss, Direktur Eksekutif Kedaruratan, WHo, Dr Michael Ryan mengatakan, vaksinasi terhadap orang paling rentan, termasuk tenaga medis akan mengurangi tragedi dan rasa takut menghadapi situasi saat ini. Dan vaksinasi juga bisa meringankan beban rumah sakit sehingga saat ini virus sudah lebih terkendali.

"Terlalu dini dan menurut saya tidak realistis jika kita berpikir virus ini akan selesai pad aakhir tahun ini," kata Ryan, seperti dilansir laman the Guardian, Selasa (2/3).

"Jika vaksin sudah mulai berdampak, tidak hanya kepada kasus kematian atau ketersediaan ranjang rumah sakit, tapi juga kepada dinamika penyebaran dan risiko penularan, maka saya yakin kita bisa mempercepat pengendalian pandemi ini."

Angka kasus positif global naik lagi untuk pertama kali pekan lalu dalam dua bulan terakhir. Peningkatan terjadi di empat wilayah: Amerika, Eropa, Asia Tenggara dan Mediterania Timur.

"Ini mengecewakan tapi tidak mengejutkan," kata Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Kami sedang berusaha memahami peningkatan penularan ini. Sebagian tampaknya karena aturan pembatasan yang dilonggarkan, beredarnya sejumlah varian, dan orang mulai kurang waspada."

Meski vaksin bisa menyelamatkan nyawa, "tapi jika negara bergantung hanya pada vaksin maka itu langkah keliru."

"Mematuhi protokol kesehatan masih menjadi andalan untuk mencegah penularan," kata dia. (mdk/pan)

Baca juga:
1.000 Dosis Vaksin Covid-19 Terbuang di Jepang karena Mesin Pendingin Rusak
Peretas China Incar Perusahaan Farmasi India Pembuat Vaksin Covid-19
Jepang Minta China Hentikan Tes Usap Anus Covid-19 terhadap Warganya
Israel akan Vaksin Warga Palestina, Syaratnya Punya Izin Kerja di Permukiman Yahudi
Menteri Kesehatan Ekuador Mundur Usai Ketahuan Dapat Vaksin Lebih Dulu Bersama Ibunya
Data Baru Sebut Kekebalan Kawanan Covid-19 Perlu Waktu Lima Tahun
Vaksin Adenovirus China Bisa Beri Perlindungan dari Covid-19 Hingga Dua Tahun

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami