WHO Sebut Penelitian Besar Dunia Temukan Remdesivir Tak Ampuh Obati Pasien Covid-19

WHO Sebut Penelitian Besar Dunia Temukan Remdesivir Tak Ampuh Obati Pasien Covid-19
DUNIA | 16 Oktober 2020 13:14 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan, obat anti virus remdesivir tak memiliki efek pada pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit dan tak bisa membantu pasien sembuh lebih cepat.

Sampai saat ini, remdesivir menjadi satu-satunya obat yang nampaknya memiliki efek spesifik untuk virus corona. Remdesivir juga satu-satunya obat yang diberi pengesahan penggunaan darurat untuk Covid-19 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS.

Hasil penelitian WHO belum dipublikasikan dalam jurnal kedokteran hasil penelaahan sejawat. Tapi WHO mengunggah hasil peneltian itu di arsip artikel online atau pre-print server.

Penelitian WHO mengkaji remdesivir dan tiga obat lainnya: hydroxychloroquine, kombinasi obat HIV lopinavir dan ritonavir, dan interferon. WHO mengatakan, tak ada satu pun di antara obat tersebut membantu pasien bisa hidup lebih lama atau keluar dari rumah sakit lebih cepat.

Uji coba tersebut mampu menghasilkan bukti konklusif tentang dampak obat terhadap kematian, kebutuhan ventilasi, dan durasi tinggal di rumah sakit.

"Untuk setiap obat dalam penelitian ini, efek pada kematian sangat tidak menjanjikan," kata WHO dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN, Jumat (16/10).

Sejumlah penelitian lain menemukan obat anti malaria, hydroxychloroquine, tak bermanfaat untuk pasien virus corona, sebagaimana beberapa penelitian terkait kombinasi obat HIV.

Penelitian dilakukan pada lebih dari 11.000 pasien virus corona di 30 negara.

Tim peneliti mengatakan, mereka telah mengajukan temuan mereka ke jurnal kedokteran.

Baca Selanjutnya: Sebelum penelitian WHO penelitian terkait...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami