WNI Meninggal di Malaysia karena Corona Bukan Jemaah Tabligh Akbar

WNI Meninggal di Malaysia karena Corona Bukan Jemaah Tabligh Akbar
DUNIA | 1 April 2020 20:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Malaysia kemarin melaporkan satu orang warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal akibat virus corona.

Merespons hal ini, Kementerian Luar Negeri RI yang diwakili oleh PLT Jubir Teuku Faizasyah menyatakan bahwa warga negara Indonesia tersebut bukan salah satu dari jemaah tablig akbar.

"Sudah dikonfirmasi bahwa yang bersangkutan tidak terkait dengan jemaah tablig tapi seseorang yang bekerja di Kuching, Malaysia," ujar Faizasyah.

"Jenazah sudah dimakamkan di Selangor, Malaysia, dan tidak dipulangkan ke Tanah Air. Ini sudah atas izin dan kesediaan keluarga yang bersangkutan," jelasnya.

Direktur Jendral Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan WNI ini adalah kasus kematian akibat Corona pertama yang melibatkan warga negara asing di negara tersebut, demikian dikutip dari laman Bernama.

1 dari 1 halaman

Kini, pemerintah Malaysia telah memperpanjang kebijakan Peraturan Kawalan Pergerakan (PKP) hingga tanggal 14 April akibat penyebaran virus corona. Kebijakan ini tentu berdampak bagi seluruh penduduk Malaysia, termasuk WNI yang mayoritas adalah pekerja migran.

Berdasarkan pengamatan perwakilan Indonesia yang ada di enam perwakilan di Malaysia, dampak PKP paling besar dirasakan bagi WNI yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Sedangkan mayoritas pekerja migran Indonesia yang memiliki majikan tetap masih dalam kondisi yang relatif baik.

Merespons kondisi tersebut, seluruh perwakilan Indonesia yang ada di Malaysia telah aktif memberikan bantuan logistik kepada kelompok yang paling rentan dari pekerja migran Indonesia.

Hingga hari ini tercatat perwakilan Indonesia di Malaysia telah menyalurkan sebanyak 3143 pake bantuan logistik dan telah menyiapkan hampir 3000 paket tambahan.

Terkait dengan kepulangan WNI dari Malaysia, tercatat sejak tanggal 18 hingga 31 Maret, tercatat terdapat 34.696 yang kembali pulang dari Malaysia ke Indonesia.

"Mayoritas yang pulang adalah WNI pemegang fasilitas bebas visa 30 hari, jadi bukan pekerja migran kita yang menetap di Malaysia, yang memiliki izin tinggal tetap dan izin kerja tetap di Malaysia," kata Faizasyah.

Reporter: Teddy Tri Setio Berty

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Bikin Haru, Para Pasien Positif Corona Ini Gelar Salat Bersama
Pria Malaysia Jadi Hantu Untuk Takuti Orang Agar Tak Keluar Rumah Saat Pandemi Corona
Dosen WNI Positif Covid-19 Meninggal di Sarawak Malaysia
Antisipasi Corona Saat Belanja, Pria Ini Punya Cara Unik untuk Lindungi Diri
400 Warga Malaysia Ditangkap karena Langgar Aturan Lockdown
Malaysia Gratiskan Internet dan Diskon Tagihan Listrik di Tengah Pandemi Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami