1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. P
  6.  » 
  7. PENYAKIT

Antibodi super ini obat penyakit HIV?

HIV (berwarna hijau) (Wikipedia/Centers for Disease Control and Prevention)
27 September 2017 11:44
Reporter : Ita Malau

Antibodi super ini bisa menyerang 99 persen strain HIV!

Feed.merdeka.com - Sejak pertama kali diteliti tahun 1981, human immunodeficiency virus (HIV) menjadi momok menakutkan karena obat atau penangkalnya belum ditemukan. Namun, penelitian baru-baru ini membawa harapan bagi penderita infeksi virus mematikan itu.

Sekelompok ilmuwan berhasil "menciptakan" antibodi baru yang mampu menyerbu 99 persen strain HIV, demikian dikutip dari laman BBC. Tak hanya itu, antibodi super itu juga bisa mencegah infeksi pada primata.

Antibodi itu bekerja dengan menyerang tiga bagian krusial "tubuh" HIV sehingga virus tersebut sulit untuk menghindari efeknya. Penelitian antibodi super itu merupakan hasil kolaboriasi US National Institutes of Health dan perusahaan farmasi Sanofi.

Uji coba penggunaan antibodi super ini akan mulai dijalankan pada manusia pada tahun 2018. Eksperimen itu ingin melihat apakah antibodi itu bisa mencegah infeksi atau menyembuhkan infeksi HIV.

Tubuh manusia memang kewalahan menghadapi HIV karena virus tersebut memiliki kemampuan luar biasa dalam bermutasi dan mengubah penampilannya. Namun, setelah beberapa tahun terinfensi HIV, ternyata beberapa tubuh pasien penderita HIV membangun "senjata" ampuh yang dinamakan broadly neutralising antibodies. Antibodi ini mampu menyerang balik HIV, bahkan membunuh sebagian besar strain HIV.

Para peneliti kemudian mencoba menggunakan broadly neutralising antibodies ini untuk menangani penderita HIV atau mencegah infeksinya sejak dini.

Studi yang sudah dipublikasikan di jurnal Science itu, mengombinasikan tiga antibodi sekaligus (tri-specific antibody) agar lebih kuat dan perkasa. Dr Gary Nabel dari Sanofi menjelaskan,"Mereka jauh lebih manjur dan luas dari antibodi alami apapun yang pernah ditemukan sejauh ini."

Jika antibodi alami yang paling kuat hanya bisa menarget 90 persen strain HIV, antibodi super ini bisa mencakup hingga 99 persen. "Hasil itu (dengan menggunakan antibodi super) dalam konsentrasi yang sangat rendah," jelas Dr Nabel.

Eksperimen terhadap 24 monyet menunjukkan hasil mengagumkan. Peneliti menyuntikkan tri-specific antibody ke tubuh monyet-monyet itu. Setelah itu,  monyet-monyet ini disuntikkan HIV.

Hasilnya, luar biasa. Tak ada satupun monyet yang kemudian terinfeksi. "Ini hasil yang sangat impresif untuk sebuah perlindungan," katanya.

Eksperimen tersebut juga melibatkan ilmuwan-ilmuwan dari Harvard Medical School, The Scripps Research Institute, dan Massachusetts Institute of Technology.

Linda-Gail Bekker, Presiden International Aids Society mengatakan kepada BBC, "Laporan pada paper itu adalah terobosan yang menarik."

Diapun tak sabar untuk menunggu hasil uji antibodi super itu kepada manusia yang akan dilaksanakan tahun depan. "Sebagai seorang dokter di Sfrika, Saya merasa perlu segera mengonfirmasi penemuan tersebut pada tubuh manusia. Secepat mungkin," kata dia.

WHAT DO YOU THINK
MORE STORIES

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM

Copyright © 2018 merdeka.com
KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.