1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. K
  6.  » 
  7. KESEHATAN

Kabar baik! Pasta tidak bikin gemuk, justru bisa turunkan berat badan

Ilustrasi (Pixabay)
5 April 2018 10:52
Reporter : Dwifantya Aquina

Peneliti terkejut menemukan bahwa para partisipan benar-benar kehilangan sekitar setengah kilogram.

Feed.merdeka.com - Pecinta pasta, Anda sekarang dapat menikmati karbohidrat kesayangan Anda tanpa rasa bersalah. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa makan pasta tidak membuat Anda bertambah gemuk, tetapi malah bisa membantu Anda menurunkan berat badan.

Menurut Science Daily, para peneliti dari St Michael's Hospital di Toronto baru-baru ini mempublikasikan penemuan mereka dalam jurnal BMJ Open. Berdasarkan hasil dari studi mereka, mereka menemukan bahwa menjalani diet Glycemic Index (GI) yang sehat dan rendah yang mencakup pasta memungkinkan responden kehilangan hingga setengah kilogram selama 12 minggu.

Dalam penelitian, 2.500 responden diinstruksikan untuk mengikuti diet rendah GI tetapi mereka hanya bisa makan pasta daripada karbohidrat lainnya. Setiap minggu, mereka hanya makan 3,3 porsi pasta daripada karbohidrat lain selama 12 minggu.

Satu porsi pasta sama dengan setengah cangkir pasta yang dimasak. Pada akhir penelitian, ketika para ilmuwan menganalisis hasilnya, mereka terkejut menemukan bahwa para partisipan benar-benar kehilangan sekitar setengah kilogram.

Meskipun jumlah berat yang hilang mungkin tidak tampak seperti jumlah yang besar, studi ini penting karena membuktikan bahwa pasta sebenarnya lebih baik dan tidak berbahaya, terutama bagi mereka yang cenderung menghindari karbohidrat.

Makan diet rendah GI berarti Anda hanya harus makan makanan yang akan membuat Anda kenyang lebih lama dan tidak akan meningkatkan gula darah Anda. Ini berarti bahwa pelaku diet tidak perlu takut dengan karbohidrat karena tak semuanya sama dan beberapa makanan mengandung karbohidrat mungkin baik untuk Anda.

Bukti dari penelitian menunjukkan bahwa meskipun pasta adalah karbohidrat olahan, ia memiliki GI rendah. Penelitian menunjukkan bahwa GI yang lebih rendah ini membuat orang puas lebih lama dan menunda rasa lapar mereka, yang pada gilirannya membatasi asupan kalori mereka.

“Studi ini menemukan bahwa pasta tidak berkontribusi terhadap penambahan berat badan atau peningkatan lemak tubuh. Bertentangan dengan kekhawatiran yang ada selama ini, mungkin pasta dapat menjadi bagian dari diet sehat seperti diet GI rendah. Ini terbukti, kita sekarang dapat mengatakan dengan yakin bahwa pasta tidak memiliki efek buruk pada berat badan ketika dikonsumsi sebagai bagian dari pola diet yang sehat,” kata Dr John Sievenpiper.

Tapi perlu diingat, jika Anda memakannya dengan saus berlemak, sarat gula, maka itu sama saja percuma. Karena pasta dengan saus berlemak tetap dapat menambah berat badan.

WHAT DO YOU THINK
MORE STORIES

DOWNLOAD APP MERDEKA.COM

Copyright © 2018 merdeka.com
KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.