Ajanta dan Ellora, Dua Gua Megah yang Menyimpan Karya Seni Tertinggi India Kuno

Ajanta dan Ellora, Dua Gua Megah yang Menyimpan Karya Seni Tertinggi India Kuno
GAYA | 27 April 2020 04:05 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Ajanta dan Elllora merupakan dua gua bersejarah di India yang dibuat dengan cara melubangi dan memahat tebing. Kedua situs sejarah ini terletak di distrik Aurangabad, Maharashtra. Walaupun keduanya berjarak sekitar 100 kilometer, menurut Amusing Planet dua gua tersebut sering disebut sebagai satu kesatuan.

Kedua situs merupakan bukti dari pencapaian orang India kuno dalam kesenian. Gua Ajanta dipenuhi lukisan-lukisan indah yang menceritakan legenda atau mitos kuno, sementara Ellora menampilkan pahatan dan seni arsitektur yang menakjubkan dengan perpaduan kebudayaan Hindu-Buddha dan Jainisme.

1 dari 3 halaman

gua ajanta

Bagian dalam Gua Ajanta. ©Pixabay/Took

Gua Ajanta terkenal karena 30 patung Buddha yang berasal dari abad 2 SM sampai tahun 480 atau 650 Masehi. Di gua tersebut terdapat lukisan-lukisan dan patung kuno yang digambarkan badan Survei Arkeologi India sebagai contoh terbaik dari seni India. Lukisan-lukisan di sana menggambarkan seni keagamaan Buddha. Ada juga yang menampilkan kisah Jataka. Situs ini adalah sebuah monumen yang dilindungi dalam perawatan Survei Arkeologi India dan menjadi bagian Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1983.

2 dari 3 halaman

gua ellora

Patung Buddha tidur di Ellora. ©Pixabay/Took

Sementara Ellora adalah situs arkeologi yang dibangun oleh dinasti Rashtrakuta. Situs ini juga menjadi bagian dari Situs Warisan Dunia. Ellora terkenal karena seni arsitekturnya yang luar biasa. Di situs itu terdapat 34 ceruk gua yang digali dari wajah bukit Charanandri. Gua-gua yang dibangun antara abad 5 dan abad 10 ini sempat berfungsi sebagai tempat peribadatan Buddha, Hindu, dan Jain, menunjukkan kerukunan umat beragama dalam periode sejarah India.

3 dari 3 halaman

gua ajanta

Bagian dalam Gua Ajanta. ©Pixabay/chanpath

Ellora dan Ajanta dianggap mewakili tingginya jiwa seni dan kebudayaan orang-orang India pada zaman dahulu. Keduanya sempat terbengkalai selama kurang lebih 300 tahun, saat warga India kuno berpindah keyakinan ke agama Hindu.

Gua-gua itu kemudian dilestarikan atas perintah Kaisar Harishena dari Dinasti Vakataka.Tetapi sepeninggal sang kaisar pada tahun 477 Masehi dua gua tersebut kembali terbengkalai. Seribu tahun lebih terlewat ketika John Smith, seorang pejabat Inggris saat pendudukan India menemukannya kembali pada 28 April 1819. Sejak itu situs Gua Ajanta dan Ellora terus dirawat dan dipelihara. (mdk/tsr)

Baca juga:
Keindahan Mont-Saint Michel, Desa Indah yang Jadi Inspirasi 2 Film Animasi Disney
Restorasi Rampung, Piramida Djoser Kembali Dibuka untuk Umum
Kaligrafi Arab Diajukan Jadi Intangible Cultural Heritage UNESCO
13 Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO, dari Silat sampai Lumpia
Pencak Silat Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami