3 Fakta Seru Seputar Tahun Baru Imlek 2571

GAYA | 25 Januari 2020 12:58 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Zodiak China mengenal 12 hewan yang mewakili setiap tahun, yaitu tikus, sapi, naga, ular, kuda, harimau, kelinci, domba, ayam, monyet, anjing, dan babi. Nah, hari ini (25/1/2020) merupakan hari pertama di tahun tikus, lebih tepatnya tikus logam.

Ada beberapa fakta menarik mengenai tahun tikus dan tahun baru Imlek 2571 ini. Berikut beberapa di antaranya.

1 dari 3 halaman

1. Jadi Hewan Pertama di Siklus Zodiak China Karena Menang Menang Lomba

Berdasarkan legenda Cina yang terkenal, Kaisar Giok mengundang seluruh kerajaan binatang untuk berpartisipasi dalam perlombaan yang diikuti oleh 12 hewan tersebut. Pemenangnya dari lomba tersebut akan dipilih sebagai hewan kalender zodiak. Hasilnya, tikuslah yang memenangkan perlombaan tersebut.

Teori lain menyebutkan mitologi yang menceritakan peran tikus dalam kelahiran alam semesta. Dulunya alam semesta merupakan kegelapan murni pada awalnya dan berbentuk telur. Tikus diduga menggigit celah dalam alam semesta untuk melepasnya di udara. Hal tersebut mengakibatkan pemisahan langit dan bumi yang kemudian menjadi permulaan dunia.

2 dari 3 halaman

2. Dekade Baru, Permulaan Siklus

Tahun 2020 bukan hanya memasuki dekade baru, tetapi memulai kembali siklus zodiak. Tahun tikus terakhir kali muncul setelah 12 tahun lalu pada tahun 2008 di kalender Cina.

3 dari 3 halaman

3. Dianggap Hewan yang Pembawa Kemakmuran

Menurut kepercayaan umat Tionghoa, seseorang yang lahir pada Tahun Tikus dianggap sebagai tanda kekayaan. Karena tingkat reproduksinya yang tinggi, budaya Tiongkok kuno meyakini tikus adalah simbol keberuntungan dan kesuburan.

Demikian fakta-fakta seru seputar tahun tikus api. Selamat Tahun Baru Imlek 2571! Semoga keberkahan dan kesejahteraan selalu menaungi kita di tahun ini.

Reporter: Ulya Kaltsum
Sumber: Liputan6.com (mdk/tsr)

Baca juga:
Atraksi Barongsai Hibur Penumpang di Stasiun Tawang Semarang
Atraksi Barongsai Meriahkan Malam Imlek di Vihara Dhanagun
Kelenteng Siu Hok Bio dan Peristiwa Eksodus Warga Tionghoa ke Semarang
'Cina Benteng' Tangerang dalam Alur Sejarah Nusantara
Tan Khoen Swie, Penentang Kolonial dan Penyatu 3 Ajaran Agama di Kediri

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.