3 Tradisi pernikahan ini tidak wajib diikuti

3 Tradisi pernikahan ini tidak wajib diikuti
ilustrasi gaun pengantin. ©2015 Merdeka.com/shutterstock
GAYA | 28 Februari 2016 05:01 Reporter : Aulia Fitriasari

Merdeka.com - Banyak tradisi pernikahan yang tak berubah dari tahun ke tahun, dari generasi ke generasi. Seiring dengan perkembangan zaman, beberapa tradisi sudah mulai ditinggalkan. Jika Anda termasuk calon pengantin yang menginginkan sentuhan modern, maka berikut ini adalah beberapa tradisi yang sudah tak lagi wajib untuk diikuti oleh pengantin.

Memakai busana serba putih

ilustrasi gaun pengantin

ilustrasi gaun pengantin ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Menggunakan busana pengantin berwarna putih di hari pernikahan memang menjadi pilihan sebagian besar calon pengantin. Tetapi bukan berarti warna lain tak boleh digunakan. Apalagi dengan tradisi di Indonesia yang beragam, warna putih bukan sebuah keharusan. Kebaya pengantin berwarna merah, silver, hingga gold pun bisa menjadi pilihan yang menarik. Begitupun dengan pilihan gaun pengantin yang bisa dieksplorasi, mulai dari warna hingga material yang bisa disesuaikan dengan kepribadian sang pengantin.

Dilarang bertemu sebelum pernikahan

ilustrasi pasangan bertengkar

Ilustrasi pasangan dipingit. Shutterstock/Stokkete

Tradisi pingitan memang masih berjalan di Indonesia. Namun, kini banyak juga yang telah meninggalkannya dan terkesan lebih santai menemui pasangannya bahkan sehari sebelum pernikahan. Banyak yang berkata tradisi untuk tidak bertemu sebelum pernikahan atau bahkan sama sekali tidak berhubungan ini penting untuk menghindarkan pertengkaran atau hal-hal yang tak diinginkan.

Berpikirlah secara positif, jika ada hal penting yang harus diurus berdua, tidak masalah jika kamu dan pasangan bertemu.

Rias pengantin harus tradisional

ilustrasi paes tradisional

Ilustrasi paes tradisional © Pinterest/Nonitri Jaya

Biasanya pengantin wanita yang menggunakan adat tertentu, tidak boleh menggunakan jasa makeup artist. Bahkan dulu ada kepercayaan kalau pengantin yang sedang dirias tidak boleh melihat cermin.

Kini, hal ini sudah tidak berlaku lagi, bahkan kebanyakan pengantin yang menggunakan sunting atau paes juga dirias oleh makeup artist profesional. Kolaborasi antara ibu paes dan makeup artist justru membuat pengantin terlihat menawan tanpa meninggalkan keindahan tradisi. (mdk/tsr)


Kamu belum siap untuk menikah, ini 5 tandanya
5 Makanan ini ampuh untuk mengusir stres
Mau lamar kekasih di musim liburan nanti? Simak tips ini dulu
Wujudkan bulan madu mini yang tetap berkesan dengan pasangan
4 Cara hindari konflik keuangan yang kerap dihadapi calon mempelai

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami