4 Gunung di Indonesia yang Erupsinya Sebabkan Bencana Dunia

4 Gunung di Indonesia yang Erupsinya Sebabkan Bencana Dunia
Ilustrasi Gunung Tambora. ©Visit Tambora
GAYA | 28 Juli 2021 09:34 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Indonesia adalah negara tropis yang terletak di area cincin api vulkanik atau ring of fire. Negara kita memiliki 147 gunung berapi, 76 di antaranya masih aktif dan bisa memuntahkan lahar sewaktu-waktu. Karena itulah, peringatan bencana akibat aktivitas gunung berapi sudah bukan hal baru bagi warga Indonesia.

Erupsi gunung berapi memang cukup sering terjadi di tanah air. Beberapa di antaranya bahkan tercatat sebagai bencana alam terburuk dalam sejarah. Berikut ini kisah selengkapnya empat gunung berapi Indonesia yang letusannya sebabkan bencana global.

1. Gunung Tambora

ilustrasi gunung tambora
©Pixabay/Kanenori

Erupsi Gunung Tambora yang terjadi di tahun 1815 terabadikan sebagai erupsi terbesar dalam catatan sejarah manusia. Para seniman dunia bahkan menggambarkan kemuraman the year without summer kala itu lewat berbagai lukisan.

Tambora memuntahkan materi vulkanik dengan Volcanic Explosivity Index (VEI) superkolosal 7. Dilansir Britannica, kekuatannya setara dengan 800 megaton bom. Sementara daya ledak bom atom terdahsyat milik Uni Soviet saja cuma 50 megaton. Sedangkan bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima berkekuatan 0,2 megaton.

Perkiraan jumlah korban Tambora mencapai 71.000 hingga 250.000 jiwa. Erupsi gunung itu tak hanya menewaskan manusia di tanah Nusantara. Bencana ini juga menyebabkan kelaparan, musim dingin sepanjang tahun, dan epidemi di belahan bumi utara.

2 dari 4 halaman

2. Gunung Samalas

ilustrasi danau segara anak
©Creative Commons/Suryasriyama

Saat ini, Gunung Samalas sudah hilang. Jejak peninggalannya hanya kaldera seluas 1.100 hektare bernama Danau Segara Anak dan Gunung Barujari yang ada di sisi timurnya. Danau biru yang kerap dilintasi pendaki Gunung Rinjani ini menyimpan magma panas di bawahnya, sehingga air danau bersuhu hangat.

Gunung Samalas menghilang setelah erupsi pada tahun 1257. Erupsi gunung ini begitu dahsyat hingga melemparkan aerosol ke atmosfer, menghalangi radiasi cahaya matahari ke permukaan bumi. Akibatnya adalah penurunan suhu bumi yang berdampak besar bagi umat manusia.

Gara-gara erupsi Samalas, wabah penyakit dan gagal panen melanda hingga ke benua Eropa. Setidaknya 15.000 hingga 20.000 jiwa melayang akibat wabah penyakit dan kelaparan pascaerupsi. Beberapa ahli menduga erupsi Samalas juga memicu Zaman Es Kecil.

3 dari 4 halaman

3. Gunung Toba

danau toba©Creative Commons/Zaenulihsan91

Sama seperti Gunung Samalas, kini sisa-sisa Gunung Toba yang masih bisa dilihat manusia hanya Danau Toba dan Pulau Samosir di tengahnya. Danau dengan luas lebih kurang 113.000 hektare itu adalah kaldera yang terbentuk dari erupsi terbesar Gunung Toba sekitar 74.000 tahun lalu.

Gunung Toba adalah supervulkan yang mampu menyebabkan erupsi megakolosal dengan Volcanic Explosivity Index (VEI) 8. Erupsi gunung ini memicu musim dingin vulkanik yang dampaknya dirasakan dunia. Bencana ini juga menyebabkan penyusutan populasi di Afrika, Timur Tengah, dan India serta perubahan susunan genetik manusia pada masa itu.

4 dari 4 halaman

4. Gunung Krakatau

gunung anak krakatau©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Krakatau adalah gunung berapi dengan aktivitas tinggi yang sudah meletus beberapa kali. Erupsinya tak bisa dibandingkan dengan Tambora, apalagi Gunung Toba. Namun menurut History, letusan gunung di tahun 1883 diingat publik sebagai bencana alam global pertama yang menjadi sumber kekhawatiran warga dunia.

Letusan Krakatau waktu itu memakan korban di kisaran 36.000 jiwa, belum termasuk puluhan ribu korban gelombang tsunami yang ditimbulkannya. Namun, jumlah itu hanya meliputi Indonesia saja.

Erupsi Krakatau melempar materi abu dan bebatuan ke atmosfer hingga nyaris seluruh dunia dilanda fenomena langit gelap kemerahan di siang hari. Letusan gunung ini juga menyebabkan penurunan suhu global. Perubahan cuaca abnormal pun terjadi hingga bertahun-tahun setelah erupsi. (mdk/tsr)

Baca juga:
Penutupan Kawasan Gunung Bromo & Pendakian Semeru Diperpanjang Lagi
Bledug Kramesan, Gunung Lumpur Vulkanik Kerucut Mini Mirip Puncak Mahameru
Cerita Rubiyati 15 Tahun Jualan di Puncak Gunung, Warungnya Pernah Kena Badai
Peziarah Hilang di Gunung Sanggabuana Akhirnya Ditemukan
10 Wisata Situbondo yang Wajib Dikunjungi, Jangan Sampai Terlewatkan
Menantang Nyali di Jalur Shiratal Mustaqim Gunung Raung

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami