4 Kalimat Terlarang Diucapkan Saat Marah Kepada Anak, Bahaya Bagi Perkembangan Mental

4 Kalimat Terlarang Diucapkan Saat Marah Kepada Anak, Bahaya Bagi Perkembangan Mental
GAYA | 3 April 2020 07:09 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Menjalankan sederet tanggung jawab sambil mengurus anak memang menguras energi. Setidaknya hal inilah yang dikeluhkan sebagian besar orangtua. Tak heran jika ibu atau ayah kerap hilang kesabaran, terutama jika anak baru melakukan kesalahan yang sulit ditolerir.

Namun sebagai orang dewasa, orangtua tetap perlu mengontrol kemarahan kepada anak. Jangan sampai mengucapkan kalimat-kalimat yang justru merusak kondisi psikologis mereka dalam jangka panjang.

1 dari 4 halaman

1. "Kamu membuat Ibu/Ayah benar-benar marah!"

Menurut Amy Morin, instruktur psikologi dan psikoterapis di Northeastern University, tak bijak menyalahkan anak atas kondisi emosi kita. Bahkan meskipun ulah sang anak menjadi pemicu kemarahan tersebut.

Orang dewasa bertanggungjawab atas kontrol emosi diri. Jika Anda terlalu mudah menyalahkan anak karena sudah membuat Anda hilang kesabaran, secara tidak langsung Anda mengajarinya untuk menjadi manusia dewasa yang selalu menyalahkan orang lain, seolah-olah amarah merupakan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan secara mandiri dengan cara yang sehat.

Lebih baik jika Anda mengatakan, "Mama/Papa nggak suka kalau kamu begitu." Setelah itu jelaskan kenapa Anda tak suka dengan perbuatannya, sehingga anak bisa belajar memahami kalau tingkah laku mereka bisa berdampak kepada orang lain.

Kalaupun Anda terlanjur marah dan mengucapkan kalimat terlarang itu, jangan ragu untuk meminta maaf kepada anak. "Maaf, ya, Ibu marah. Lain kali Ibu usahakan nggak begini lagi."

2 dari 4 halaman

2. "Kamu kok nggak bisa kayak Kakak/Adik, sih!"

Membandingkan seorang anak dengan anak Anda yang lain jelas bukan perilaku sehat. Anda telah menumbuhkan rasa iri yang kelak bisa berkembang jadi persaingan tak sehat dan kebencian tersembunyi di benak mereka. Belum lagi rasa minder bakal melekat di benak si anak yang merasa 'tak cukup baik' dibandingkan saudaranya.

3 dari 4 halaman

3. "Mengapa kamu selalu mengecewakan?"

Kalimat yang satu ini juga tergolong destruktif bagi perkembangan mental anak. Menyebut seorang anak selalu mengecewakan berarti Anda lebih fokus kepada kekurangan si anak daripada kesalahan yang dia perbuat dan memancing kemarahan Anda. Apalagi jika kalimat seperti ini sering diucapkan. Dia akan tumbuh menjadi pribadi rendah diri yang merasa dirinya mengecewakan, tak peduli apapun yang sudah dia perbuat untuk menyenangkan orang lain.

4 dari 4 halaman

4. "Kalau kamu nakal, Bunda nggak sayang lagi!"

Semarah apapun Anda, jangan sampai terlepas ucapan kalau Anda akan berhenti menyayanginya. Kalimat ini memang efektif untuk menggertak anak. Namun bayangkan keresahan yang Anda pupuk di dalam benaknya. Anak akan merasa cinta orangtuanya mudah hilang karena hal sepele. Padahal hal yang paling dibutuhkan seorang anak adalah keyakinan bahwa orangtua tidak akan pernah berhenti mencintai mereka apapun yang terjadi.

Itulah beberapa kalimat terlarang untuk diucapkan saat marah kepada anak. (mdk/tsr)

Baca juga:
Menurut Psikolog, Begini Cara Efektif Bekerja dari Rumah Sambil Menjaga Anak
5 Hal yang Dilakukan untuk Menyiapkan Bayi Mengonsumsi Makanan Padat
Orangtua Miliki Peran Besar dalam Atasi Kesulitan Tidur Anak Remaja
Pertumbuhan Tinggi Badan anak Tidak Hanya Dipengaruhi oleh Faktor Genetika
5 Santapan yang Tepat bagi Anak yang Baru Mengonsumsi Makanan Padat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5