5 Makanan Khas Jawa yang Mulai Langka, Cicipi Sekarang Juga!

GAYA | 23 Juli 2019 15:53 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Kuliner merupakan bagian dari tradisi. Makanan-makanan tradisional yang kita kenal selama ini pun merupakan bagian dari budaya dan kebiasaan bersantap yang dikembangkan nenek moyang.

Lalu, pergeseran selera dan masuknya kuliner asing membuat beberapa jenis makanan yang dulunya dicintai mulai terlupakan. Ada pula yang semakin jarang ditemukan karena kesulitan mendapatkan bahan baku. Misalnya saja semanggi, sayuran liar yang kini tak mudah ditemukan berkat semakin sedikitnya sawah dan tanah lapang tersisa di perkotaan. Atau nasi tiwul yang kalah pamor dari nasi, makanan pokok orang Indonesia saat ini.

Setelah makanan dari Betawi, kali ini kita akan berkenalan kembali dengan makanan khas Jawa. Terutama makanan khas Jawa yang sudah mulai sulit ditemukan.

1 dari 5 halaman

Lumpia Dulek - Klaten

Ada yang menyebutnya lumpia dulek, lumpia delanggu, atau sosis kecut. Bagi yang belum pernah mendengar, jajanan ini berasal dari Klaten. Merupakan produk khas warga Desa Delanggu yang murah meriah.

Lumpia dulek berukuran sejari telunjuk, dengan kulit berwarna kuning dan isian tauge. Harganya pun sangat murah. Satu porsi terdiri dari beberapa buah lumpia dan biasa dijual dalam kemasan plastik.

2 dari 5 halaman

Mie Lethek - Bantul

Kuliner yang satu ini merupakan makanan khas Jawa yang berasal dari Bantul. Nama lethek berasal dari bahasa Jawa yang berarti kusam atau kotor. Sesuai namanya, mi lethek memang mirip dengan bihun berwarna kelabu kusam. Biasanya diolah menjadi mi rebus atau mi goreng ala Jawa.

Instagram/mielethekmbahmendes

3 dari 5 halaman

Kolak Ayam - Gresik

Kolak kok pakai ayam? Penampilan hidangan yang satu ini terbilang unik. Menyerupai kolak dengan cita rasa manis santan berbumbu gula merah. Namun bahan utamanya adalah daging ayam jago, jintan, dan daun bawang.

Kolak ayam merupakan hidangan spesial karena hanya bisa ditemui saat Ramadan dan hanya ada di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur. Kolak disiapkan di area Masjid Jami' Sunan Dalem Gumeno pada malam 23 Ramadan (tanggal 22 Ramadan).

Dilaporkan Antara, penyajian kolak ayam merupakan tradisi yang berlangsung ratusan tahun. Kebiasaan ini dimulai sejak tahun 1451 Masehi. Proses memasaknya pun harus menggunakan metode tradisional, dengan kuali dan tungku. Sementara yang diperbolehkan memasak kolak hanya para pria.

4 dari 5 halaman

Semanggi Surabaya - Surabaya

Makanan khas Jawa yang satu ini berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Penampilannya mirip dengan pecel dengan bumbu kacang yang lebih halus dan berwarna pucat. Sayuran yang digunakan sangat khas, yaitu semanggi, tauge, dan bunga turi.

Semanggi disajikan bersama potongan ketupat dan kerupuk karak. Satu hal yang menjadikan makanan ini agak sulit dicari adalah bahan utamanya, semanggi yang memang tidak banyak dibudidayakan.

Instagram/kusuma_dewi81

5 dari 5 halaman

Nasi Tiwul - Trenggalek

Zaman dahulu orang Jawa biasa menyantap nasi yang dicampur dengan bahan lain. Bisa jagung atau singkong. Nasi tiwul merupakan pengganti nasi yang berasal dari gaplek, olahan singkong yang sudah dikeringkan.

Biasanya tiwul disantap bersama parutan kelapa atau gula. Namun di Trenggalek makanan pokok ini disantap bersama lauk pauk seperti sayur lodeh, urap sayur, dan ikan asin. Kemudian disajikan bersama sambal pedas khas Trenggalek.

Sekarang sudah jarang orang yang mengonsumsi nasi tiwul, karena beras mudah didapatkan. Tidak seperti dulu. Walaupun begitu masih ada beberapa orang yang tetap melestarikan kuliner tradisional dengan berjualan nasi tiwul.

Itulah jenis-jenis makanan khas Jawa yang sudah hampir punah. Cicipi sekarang juga sebelum Anda semakin kesulitan mendapatkannya.

Instagram/travelingtrenggalek (mdk/tsr)

Baca juga:
Beli Pempek Palembang di Warung Kini Kena Pajak Tambahan
Bir Pletok, Kembang Goyang Diserbu Pemudik buat Oleh-oleh di Kampung Halaman
Menengok Lomba Kreasi Jajanan Pasar Tradisional
Agar Tak Diklaim Negara Lain, Pemkot Solo Segera Patenkan Makanan Tradisional
Menikmati Makanan Menarik dari Berbagai Negara, Apa Saja?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.