Pakar Etiket: Ini 6 Kesalahan Terburuk yang Sering Dilakukan saat Meminta Maaf

GAYA | 23 Januari 2020 10:02 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Semua orang pernah berbuat salah kepada manusia lainnya dan karena itulah dibutuhkan yang namanya permintaan maaf. Bukan hanya untuk membuat hati orang yang disalahi sedikit lega. Permintaan maaf juga bisa membuat kita terbebas dari tekanan rasa bersalah.

Masalahnya meminta maaf bukanlah hal mudah. Terutama jika kesalahan yang diperbuat besar. Kadang butuh kedewasaan bersikap untuk mengesampingkan ego demi mengakui kesilapan kita. Dan saat kita sudah berhasil mengeluarkan kata maaf pun tak jarang kita masih melakukan kesalahan.

Berikut ini para pakar etiket berbagi mengenai kesalahan yang sering diperbuat saat seseorang mencoba untuk meminta maaf, dilansir The Huffington Post (30/7).

1 dari 6 halaman

Mencari-cari Alasan untuk Membela Diri

Ilustrasi pasangan bertengkar. ©TvN

Meminta maaf itu intinya mengakui kesalahan Anda, bukan mencari-cari alasan agar kesalahan Anda bisa dimaklumi.

"Agar orang lain pulih dari [sakit hati mereka], atasi masalah yang ada dan akui tindakanmu tidak benar. Titikberatkan pada peran Anda dalam kesalahan itu," kata Diane Gottsman, pakar etiket, penulis Etiket Modern untuk Kehidupan yang Lebih Baik dan pendiri Protocol School of Texas.

Meskipun Anda bisa memberi penjelasan tentang kesalahan Anda, Anda tidak boleh menjadikan hal itu terdengar lebih penting daripada permintaan maaf itu sendiri.

2 dari 6 halaman

Terdengar Tidak Tulus

Ilustrasi pasangan bertengkar. © tvN

"Jika Anda tidak terdengar tulus, Anda tidak akan mendapatkan maaf," kata Lizzie Post, salah satu pembawa podcast Awesome Etiquette. Dia menyarankan untuk melatih permintaan maaf Anda sebelumnya sehingga Anda merasa nyaman dengan kata-kata yang ingin diucapkan. Dengan begitu, Anda pun bisa mengatur nada suara Anda agar terdengar lebih tulus saat mengucapkannya.

"Ini sangat penting, dan orang-orang salah dalam melakukannya sepanjang waktu," katanya. Hal lain yang orang katakan adalah 'Jika Anda ingin saya minta maaf, tentu saja, saya akan minta maaf.' Tetapi itu tidak tulus."

Dalam jangka panjang, permintaan maaf yang tidak tulus hanya menciptakan jarak dan rasa tidak percaya yang lebih besar. Jadi berhati-hatilah dengan cara Anda mengucapkan kata maaf.

3 dari 6 halaman

"Aku minta maaf, tapi..."

Ilustrasi pasangan bertengkar. © tvN

Menambahkan kata 'tetapi' di akhir permintaan maaf Anda merupakan salah satu cara terburuk untuk mengatakan bahwa Anda menyesal. Saat Anda menggunakan 'tetapi', kata itu akan membuat semua yang Anda katakan sebelumnya jadi tidak penting.

"Ada kebutuhan untuk mengatakan, 'Ya, saya benar-benar minta maaf, tetapi saya tidak bermaksud seperti itu,'" kata Post. Akan lebih baik jika Anda mengucapkan "Saya tidak bermaksud begitu, dan saya benar-benar minta maaf."

4 dari 6 halaman

Mencoba Menyalahkan Orang Lain

Ilustrasi pasangan bertengkar. ©2015 Merdeka.com/tvN

Sikap rendah hati adalah kunci dari permintaan maaf yang tulus. Ini adalah cara yang baik untuk membuat permintaan maaf Anda diterima. Tetaplah fokus pada kesalahan yang sudah Anda perbuat.

Jika itu adalah kesalahan yang dilakukan bersama, cobalah untuk fokus pada kesalahan yang menjadi bagian Anda saja. Tidak perlu menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan orang yang sedang Anda bujuk untuk memaafkan Anda. Sekali lagi kesampingkan ego Anda dan akui kesalahan yang Anda perbuat dengan lapang dada.

5 dari 6 halaman

Terlambat Meminta Maaf

Ilustrasi minta maaf. ©Shutterstock

Menunggu terlalu lama untuk meminta maaf dapat memperburuk situasi. "Lakukan secepatnya daripada nanti. Jika Anda melakukan atau mengatakan sesuatu yang menyakiti, ajukan permintaan maaf segera, karena hal itu dapat mencegah Anda sakit kepala nantinya," kata Jacqueline Whitmore, seorang pakar etiket internasional.

Intinya daripada terus-menerus dihantui rasa bersalah dan perkara jadi semakin runyam, tak ada ruginya untuk segera meminta maaf.

6 dari 6 halaman

Menuntut Segera Dimaafkan

Ilustrasi pasangan bertengkar. ©istock/Constantinis

Meskipun permintaan maaf adalah langkah ke arah yang benar, mengucapkan kata maaf tidak lantas membuat suatu kesalahan terlupakan begitu saja. Umumnya manusia butuh waktu untuk pulih dari sakit hati. Dan meskipun mereka bisa saja memaafkan di mulut, bisa jadi di dalam hati mereka masih butuh waktu untuk move on dari rasa kecewa.

"Setelah Anda mengajukan permintaan maaf, jangan berharap ada perubahan dalam waktu singkat," kata Gottsman. "Seringnya kita begitu ingin mencapai titik rekonsiliasi sehingga lupa bahwa perlu waktu agar segala sesuatu berjalan baik dan kembali seperti semula. Semua itu tidak akan terjadi dengan indahnya tepat setelah Anda meminta maaf," kata Post.

Nah, ternyata meminta maaf itu tidak sesimpel kata yang diucapkan, ya. Rupanya masih banyak yang perlu dipelajari agar penyesalan kita benar-benar diikhlaskan oleh orang lain. (mdk/tsr)

Baca juga:
Selain selingkuh, ini 6 hal yang bikin pasangan merasa dikhianati
6 Hal romantis dalam drama yang perlu kamu waspadai di kehidupan nyata
7 Tanda pernikahan bakal langgeng menurut wedding planner
3 Alasan bertengkar dengan pasangan via chat bikin masalah semakin runyam
Ini 5 hal yang terjadi pada tubuh saat jatuh cinta

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.