8 Ikon Kota Malang yang Wajib Disinggahi

GAYA » MALANG | 31 Oktober 2019 15:33 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Malang, sebuah kota di Jawa Timur dikenal sebagai kota pendidikan. Kerap dijuluki kota bunga pula oleh para pelancong yang mengunjunginya.

Saat ini kota Malang mulai menjadi tujuan wisata favorit turis-turis lokal maupun mancanegara. Khususnya untuk wisata kuliner dan nostalgia.

Sejarah pendudukan Belanda di kota ini serta berbagai perkembangan yang terjadi setelahnya menyebabkan kota ini memiliki beberapa ikon yang cukup dikenal dan menjadi ciri khas dari kota Malang.

Berikut 8 ikon kota Malang yang mudah dikenali dan wajib disinggahi para pelancong.

1 dari 8 halaman

Jalan Ijen

Jalan Ijen merupakan salah satu jalan paling indah dan berkesan bagi semua orang yang pernah melewatinya. Dibangun dalam bentuk boulevard dengan jajaran pohon palem di masing-masing sisi serta taman di bagian tengah membuat jalan ini sangat berbeda dan mudah dikenang.

 /></p>
<p style=Dkp.malangkota.go.id

Pada awal pembuatannya, jalan ini disebut lebih indah dari Berlin yang merupakan kota paling modern dan indah pada masa itu. Terdapat beberapa titik di sepanjang jalan Ijen yang juga memiliki pemandangan menawan seperti monumen melati, museum Brawijaya, serta gereja Katedral Ijen.

2 dari 8 halaman

Alun-Alun Malang

Tidak seperti kota lain, Malang memiliki dua alun-alun. Alun-alun yang pertama berada di depan balaikota dan dikenal sebagai Alun-Alun Tugu, sedangkan yang satu lagi berada di depan masjid Jami' dan juga merupakan salah satu pusat keramaian di Malang.

 /></p>
<p style=Tantri Setyorini

Lokasi alun-alun ini sebenarnya sudah ramai dan banyak dikunjungi oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Namun renovasi beberapa kali menjadikan tugu kebanggaan kota Malang ini semakin molek.

3 dari 8 halaman

Alun-Alun Tugu

Kerap disebut Alun-Alun Tugu atau Tugu saja oleh para pelancong, namun juga disebut Alun-Alun Bundar oleh warga lokal. Inilah ikon kota Malang yang paling sering dipotret.

 /></p>
<p style=Bakorwilmalang.jatimprov.go.id

Tugu di kota Malang sebenarnya sudah dikenal sebagai taman sejak masa penjajahan Belanda. Pada masa lalu taman ini dikenal sebagai taman Jan Pieterzoon Coen dan belum memiliki tugu dengan bentuk lilin.

Tugu ini sendiri merupakan salah satu tugu yang dibangun untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Selain mengandung banyak nilai sejarah, tugu ini juga memiliki pemandangan yang menawan dengan hiasan lampu-lampu dan air mancur di sekitarnya.

4 dari 8 halaman

Jalan Kayutangan

Jalan kayutangan merupakan salah satu jalan di kota Malang yang punya penampilan khas dan mudah diingat oleh orang. Berada dekat dengan alun-alun dan merupakan salah satu jalan poros di kota Malang, wilayah ini sangat disukai karena memiliki beberapa bangunan lawas serta nuansanya yang sangat khas.

 /></p>
<p style=Instagram/pakzam

Walaupun saat ini sudah banyak bangunan kuno tersebut yang berubah bentuk dan dihancurkan, namun jalan ini masih memiliki daya tarik dari bentuk jalan serta sisa-sisa arsitektur peninggalan Belanda yang masih bertahan.

5 dari 8 halaman

Stasiun Kota Baru

Lokasi ikonik selanjutnya dari kota Malang adalah stasiun Kota Baru. Stasiun kereta api utama milik kota Malang ini memiliki bentuk bangunan yang sangat unik dan mudah diingat.

 /></p>
<p style=Instagram/idianus

Selain itu lokasinya yang berhadapan langsung dengan Alun-Alun Tugu membuatnya mudah diingat dan merupakan gerbang masuk kota Malang yang cukup menawan.

6 dari 8 halaman

Patung Singa Taman Trunojoyo

Menyeberang dari Stasiun Kota Baru, pelancong bakal disambut tiga patung singa yang menjadi penanda Taman Trunojoyo.

 /></p>
<p style=Tantri Setyorini

Tiga patung singa berukuran raksasa ini merupakan simbol persatuan tiga kepala daerah yang menaungi kota Malang, yaitu wali kota Malang, wali kota Batu, dan bupati Malang.

Patung ini cukup populer di antara warga lokal maupun wisatawan. Biasanya kerap dijadikan latar foto.

7 dari 8 halaman

Monumen Juang 45

Tepat di seberang Stasiun Kota Baru ada sebuah patung raksasa berwarna tembaga yang tampak mencolok. Inilah Monumen Juang 45 yang lebih populer dengan julukan Patung Buto.

Patung buto dikelilingi relief adegan yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. Di sekitarnya terdapat kolam kecil.

Patung ini kerap menjadi titik berkumpulnya berbagai komunitas anak muda di Malang.

8 dari 8 halaman

Patung Pahlawan Trip

Patung Pahlawan Trip yang masih satu kawasan dengan Jalan Ijen juga cukup menonjol bagi para wisatawan.

 /></p>
<p style=2015 Merdeka.com/Tantri Setyorini

Terletak di pangkal Jalan Pahlawan Trip, patung dua pemuda berpakaian militer ini merupakan penanda Monumen Pahlawan TRIP yang berada di belakangnya.

Monumen Pahlawan TRIP sendiri merupakan kuburan massal sekaligus tugu peringatan yang dibangun untuk mengenang peristiwa gugurnya 35 pahlawan TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) terjadi pada masa Agresi Militer I.

Reporter: Rizky Wahyu Permana (mdk/tsr)

Baca juga:
6 Objek Wisata Air Buatan yang Cocok untuk Sejukkan Tubuh di Cuaca Panas
Mengenal 4 Desa Wisata Indonesia yang Masuk Daftar Sustainable Destinations Top 100
Menurut Pakar Etiket, Ini 7 Perilaku Paling Tak Sopan di Pesawat yang Perlu Dihindari
Nilai Filosofi di Balik 4 Monumen Bersejarah di Jakarta yang Jarang Diketahui Warga
Dubai Dinobatkan Sebagai Salah Satu Kota Terbaik Dunia Versi Lonely Planet