8 Penulis Terkenal Ini Ternyata Juga Mata-Mata, dari Ian Fleming sampai Roald Dahl

GAYA | 22 Januari 2020 00:10 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Mungkin Anda sudah pernah mendengar kisah tentang Mata Hari, seorang penari eksotis yang menjadi agen rahasia selama masa Perang Dunia I. Ternyata bukan cuma dirinya seniman yang berprofesi ganda sebagai mata-mata.

Beberapa penulis terkenal pun ternyata sempat menjadi mata-mata untuk badan intelijen. Bahkan ada yang menjadikan pengalamannya sebagai agen untuk inspirasi novel.

Seperti dilansir Bookstr, berikut ini para penulis tenar yang sempat menjadi mata-mata.

1 dari 8 halaman

1. Ian Fleming (James Bond)

Tentu tak mengherankan jika Ian Fleming bisa menuliskan kisah-kisah James Bond dengan apik. Pasalnya, pencipta karakter agen 007 itu sendiri memang pernah menjalani profesi yang sama. Fleming adalah mantan agen untuk badan intelijen British Naval selama Perang Dunia II. Aksinya telah membantu menyukseskan sejumlah misi spionase terhadap Nazi Jerman.

2 dari 8 halaman

2. Ernest Hemingway (The Old Man and The Sea)

National Archives Records Administration

Menurut buku Spies: The Rise and Fall of the KGB, Ernest Hemingway pernah menjadi mata-mata untuk badan intelijensi Uni Soviet. Keterangan ini dibenarkan oleh rekan-rekan sesama penulis, yaitu Harvey Klehr, John Earl Haynes, dan Alexander Vassiliev. Menurut mereka, Hemingway menjadi informan Uni Soviet sampai tahun 1950-an. Setelah itu KGB berhenti menggunakan 'jasanya' karena informasi yang diberikan Hemingway dianggap tidak terlalu bernilai.

3 dari 8 halaman

3. Roald Dahl (Charlie and The Chocolate Factory)

Roald Dahl. ©Rex Features

Pembaca Indonesia mengenal Roald Dahl sebagai penulis fiksi anak. Beberapa karyanya yang populer dan sempat dibuatkan film antara lain The BFG dan Charlie and The Chocolate Factory. Tak banyak yang tahu kalau Dahl juga sempat menjadi pilot pesawat tempur pada masa Perang Dunia II.

Dahl sempat bekerja untuk British Security Coordination (BSC), badan intelijen Inggris yang berbasis di Amerika Serikat. Menurut beberapa sumber, termasuk sahabatnya Antoinette Haskell, sebagian tugas Dahl adalah merayu para wanita berposisi penting di Amerika Serikat dan mengumpulkan informasi intelijen dari mereka.

4 dari 8 halaman

4. Jason Matthews (Red Sparrow)

Jason Matthews. ©YouTube/Simon & Schuster Books

Masih ingat film thriller spionase Red Sparrow yang dibintangi Jennifer Lawrence? Film tersebut diangkat dari novel berjudul sama karangan Jason Matthews. Matthews mendasarkan ceritanya dari pengalaman sebagai agen rahasia CIA.

5 dari 8 halaman

5. John le Carre (The Constant Gardener)

John le Carre. ©Vanity Fair/Annie Leibovitz

John le Carre adalah penulis novel thriller The Constant Gardener dan A Most Wanted Man yang sudah diangkat menjadi film. Pria ini adalah mantan agen rahasia juga. Dia pernah bekerja untuk Security Service (MI5) dan Secret Intelligence Service (MI6) yang dimiliki Inggris.

6 dari 8 halaman

6. Frederick Forsythe (The Jackal)

Frederick Forsythe. ©Gillian Shaw

Frederick Forsythe adalah novelis yang karyanya sempat diadaptasi menjadi film-film thriller bertema spionase di tahun 70-an dan 80-an, misalnya The Jackal, The Fourth Protocol, dan The Odessa File. Namanya sempat mencuat lagi di tahun 2015. Pasalnya Forsythe mengakui kalau dirinya sempat bekerja untuk badan intelijen MI6.

Menurut keterangan Forsythe, dia menjalankan tugas rahasia yang berkaitan dengan hubungan internasional saat masih menjadi penulis lepas. Pengalamannya sebagai agen itulah yang lantas menjadi inspirasi utama untuk buku-bukunya.

7 dari 8 halaman

7. Graham Greene (The End of The Affair)

Graham Greene. ©REX/Shutterstock

Dua film populer yang diangkat dari buku karya Graham Greene antara lain The End of The Affair dan The Quiet American. Sama seperti Frederick Forsythe, Greene juga sempat bekerja untuk MI6.

Uniknya, profesi ini dilakoninya justru setelah dia menjadi penulis terkenal. Reputasi Greene sebagai pecinta traveling dan novelis kondang memudahkannya memasuki daerah rawan konflik atau area yang sulit dimasuki agen. Dalam kasus Greene, justru popularitas yang menjadikan dirinya aset berharga sebagai seorang mata-mata.

8 dari 8 halaman

8. Peter Matthiessen

Peter Matthiessen. ©Frantzesco Kangaris/Camera Press/Redux

Matthiessen adalah pemenang tiga penghargaan National Book Award untuk kategori fiksi dan non-fiksi. Dia juga mendirikan majalah sastra Paris Review. Matthiessen juga bekerja untuk CIA dan Paris Review sendiri dicurigai sebagai bagian dari penyamarannya. Namun sepanjang hidupnya sang penulis membantah tuduhan tersebut. Menurutnya majalah tersebut tidak pernah menjadi 'alat' bagi CIA.

Demikian informasi singkat mengenai para penulis terkenal yang merangkap sebagai mata-mata. (mdk/tsr)

Baca juga:
5 Serial Detektif Anak Legendaris yang Bikin Kangen Masa Kecil
Penelitian: Baca Buku 30 Menit Setiap Hari Bisa Bikin Panjang Umur
Santai Sejenak di Ruang Baca Jakarta
Tingkatkan Minat Baca Siswa, Pemerintah Aceh Canangkan Satu Kelas Satu Buku
Penelitian: Perempuan Kutu Buku Punya Daya Tarik Tersendiri

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.