Analisis Psikologis di Balik Outfit Kompakan Sama Pasangan

Analisis Psikologis di Balik Outfit Kompakan Sama Pasangan
GAYA | 25 Februari 2020 02:06 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Sering kompakan outfit sama pasangan, baik secara sengaja atau kebetulan? Atau mungkin kamu baru menyadari kalau belakangan gaya berpakaianmu jadi semakin mirip sama si dia. Padahal kamu tidak pernah bermaksud untuk jadi pasangan yang sedikit-sedikit posting #coupleOOTD atau #colorcoordinate.

Jadi apa alasan di balik outfit kompakan bareng pasangan? Ini analisis psikologis yang ditawarkan Dr. Nikki Goldstein seperti dilansir The Huffington Post.

1 dari 3 halaman

Keinginan untuk Merasa Cocok di Alam Bawah Sadar

Pakar hubungan Dr. Goldstein menyebut outfit kompakan adalah perilaku yang dilakukan oleh alam bawah sadar. Perilaku ini biasanya terlihat sekitar enam bulan setelah hubungan dimulai.

"Kita cenderung untuk merasa ingin sesuai dengan orang yang kita pacari. Benar, kita semua memang unik, tetapi sebagai pasangan kita ingin terlihat kompak dan seakan-akan 'cocok'," jelas Goldstein.

2 dari 3 halaman

Suatu Bentuk Konformitas dalam Hubungan

ilustrasi pasangan

Shutterstock

Menurut Goldstein, outfit kompakan itu seperti konformitas dalam hubungan. Tak beda jauh dengan cara berpakaian di kantor yang lambat laun terpengaruh mayoritas rekan kerja.

"Anda menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana Anda berada, jadi wajar jika Anda mengencani seseorang, Anda bakal mulai mengubah gaya berpakaian agar bisa membaur dengan mereka, meskipun Anda tidak menyadarinya."

Perubahan ini biasanya tidak disadari secara langsung. Setelah beberapa waktu, mungkin Anda melihat foto-foto lama dan menyadari betapa berbedanya dandanan Anda dulu.

"Anda tertarik kepada pasangan karena suatu hal dan dengan menjalin hubungan bersama mereka secara tidak langsung Anda menyatakan 'Saya suka gayamu'," tutur Goldstein lagi.

3 dari 3 halaman

Outfit Kompakan Itu Normal, Asal...

Outfit kompakan dengan pasangan merupakan hal yang wajar. Namun lain ceritanya jika hal ini dilakukan secara sengaja.

"Jika sudah mencapai titik di mana Anda kehilangan jati diri, Anda perlu bertanya-tanya apakah kalian memakai segala atribut itu karena kalian benar-benar pasangan serasi, atau karena Anda sebegitu ingin hubungan itu berhasil sampai Anda merasa perlu untuk mengubah diri sedemikian rupa agar bisa cocok dan hubungan itu lantas berhasil,"

Intinya, kalau Anda terobsesi untuk memakai couple outfit atau harus banget color coordinate bareng pasangan, bisa jadi ada yang salah dengan hubungan Anda. (mdk/tsr)

Baca juga:
Menurut Psikolog, Ini Cara Tepat Berkomunikasi dengan Pasangan Introvert
10 Kata-Kata Cinta William Shakespeare, Bekal untuk Belajar Asmara
Valentine si Jomblo: Hatta sang Jomblo Ideologis, Pantang Nikah sebelum Merdeka
Kisah Cinta Soekarno yang Tak Selalu Bersambut, Pernah Ditolak Dua Wanita Ini
Valentine si Jomblo: Mengenal Black Day, Perayaan Valentine-nya Kaum Single di Korea

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami