Antusiasme pengunjung Malang Coffee Festival 2012

Antusiasme pengunjung Malang Coffee Festival 2012
GAYA » MALANG | 29 September 2012 11:11 Reporter : Kun Sila Ananda

Merdeka.com - Malang Coffee Festival yang mulai diadakan hari Jumat, tanggal 28 September 2012 kemarin. Pertama kali masuk ke area festival, pengunjung akan langsung disodori stan-stan kopi yang beraneka macam.

Pengunjung bisa nongkrong di kedai-kedai kopi modern seperti My Kopi O!, Sensa Koffie, Coffee Story, Toffin, atau lainnya. Tak hanya stan kopi dengan label besar yang tersedia, tetapi juga kopi-kopi tradisional dari berbagai daerah Indonesia.

Sebut saja kopi excelsa dari kabupaten Jombang yang memiliki perkebunan di Wonosalam serta kopi Bledheg dari Bandungan, Semarang. Kedua kopi ini masih diracik secara manual, tradisional, dan tanpa mesin.

Kemeriahan mulai terasa ketika acara talkshow "Sejarah Kopi di Indonesia" dengan narasumber Surip Mawardi (ICCRI) dan Adi W Taroepratjeka (konsultan kopi) dimulai. Pengunjung mula berdatangan dan duduk untuk mengikuti 'sharing ilmu' dari dua pakar kopi ini.

Semakin malam, pengunjung semakin ramai berdatangan ke area festival. Tak hanya dari Malang, pengunjung dari Jakarta, Semarang, bahkan luar negeri juga turut hadir untuk menikmati kopi-kopi Indonesia yang ditawarkan oleh exhibitor.

Macam-macam tujuannya. Ada yang ingin mencicipi rasa kopi dari seluruh Indonesia, mencari suplier alat-alat peracik kopi, hingga sekedar nongkrong bersama teman-teman.

"Ingin lebih mengenal tentang kopi sih, dan mengetahui jenis-jenis kopi di Indonesia," ungkap Firman, salah satu pengunjung Malang Coffee Festival. "Acaranya keren!" Tambahnya dengan antusias.

Lain Firman, lain lagi dengan Nana. Pengunjung yang berdomisili di Singosari ini mengatakan bahwa hari pertama Malang Coffee Festival kurang ramai dan meriah.

"Dengan venue yang besar, pengunjung yang datang kurang banyak. Tapi bisa jadi karena ini masih hari pertama dan kebetulan juga hari kerja," jelasnya.

Meski begitu Nana mengaku senang karena dengan mengunjungi Malang Coffee Festival dia bisa merasakan berbagai jenis kopi dari banyak daerah hanya dalam satu tempat.

"Nggak perlu keliling Indonesia, semuanya sudah ada di sini. Nggak capek dan nggak buang-buang waktu," tegasnya pada Merdeka.com (28/09).

Itulah kemeriahan dan antusiasme pengunjung di hari pertama Malang Coffee Festival 2012. Belum datang? Buruan! Acaranya tinggal dua hari lagi. (mdk/kun)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami