Balik atau move on? Tentukan pilihan setelah jawab 7 pertanyaan ini

GAYA | 1 Februari 2017 14:26 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Pasti kita semua pernah berada pada titik di mana kita bertanya-tanya apakah harus terus mencoba atau memutuskan untuk move on? Berjuang lebih keras atau mencoba untuk membuka lembaran baru?

Sebelum kamu memilih, coba jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur. Sejujur-jujurnya.

Kamu masih cinta atau cuma takut sendirian?

Mungkin kamu memang masih punya perasaan terhadapnya. Tetapi benarkah rasa itu yang mendominasi motivasimu untuk kembali kepadanya? Kamu perlu alasan yang lebih dari sekadar 'merindukan keberadaannya di sisimu' untuk melanjutkan hubungan yang sudah terlanjur berakhir.

Apa yang membuatmu berpikir kalau hubungan kalian bakal lebih baik jika benar-benar balikan?

Sebenarnya apa alasan utama yang menyebabkan kalian sampai putus? Pikirkan baik-baik, besarkah kemungkinannya kesalahan yang sama bakal terulang kembali jika kalian memutuskan untuk bersama lagi.

Sudahkah kalian berdua introspeksi kesalahan masing-masing?

Agar kesalahan di masa lalu tak terulang lagi, butuh introspeksi dari kedua belah pihak. Sebab berhasil atau tidaknya sebuah hubungan ditentukan oleh dua orang yang berada di dalamnya.

Apakah ada urusan yang belum selesai dengan pihak lain?

Jika hubungan kalian berakhir karena pihak ketiga, pastikan segala urusan dengannya sudah tuntas. Entah itu dari sisi kamu atau malah dia.

Dapatkah kamu melupakan hal menyakitkan yang membuat hubungan kalian kandas?

Bisakah kamu ikhlas melupakan kesalahan yang sudah diperbuatnya? Bisakah dia melakukan hal yang sama? Kalau kalian masih juga mengungkit-ungkit masalah yang sudah diputuskan untuk dilupakan, tak ada artinya memulai kembali.

Apakah selama ini dia bisa membuatmu menjadi orang yang lebih baik?

Hubungan yang baik adalah yang bertumbuh ke arah lebih baik dan membuat orang-orang yang menjalaninya ikut berkembang menjadi lebih baik pula. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah selama ini dia bisa mengeluarkan sisi terbaikmu? Bisakah kamu memotivasinya untuk maju?

Apakah dia sudah move on lebih dahulu?

Kalau dia sudah memutuskan membuka lembaran baru tanpa kamu, apalagi sudah punya gandengan baru, lalu apa yang masih kamu harapkan? Menunggu dia putus atau menarik dirinya agar kembali kepadamu? Kamu memang berhak untuk bahagia lagi, tetapi caranya bukan dengan merusak kebahagiaan orang lain.

Sudahkah kamu menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dengan jujur? Jika sudah, pikirkan baik-baik langkahmu selanjutnya.

(mdk/tsr)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.