Budaya Antarbangsa Hadir di Festival Payung Indonesia

GAYA | 2 September 2019 11:17 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Pelaksanaan Festival Payung Indonesia 2019 dipastikan kaya dengan budaya. Selain manmade dan budaya nusantara, kebudayaan mancanegara juga akan dihadirkan. Tepatnya budaya Thailand dan Jepang. Kalian yang ingin menyaksikan Festival Payung Indonesia 2019, datang saja ke Candi Prambanan, Yogyakarta, 6-8 September.

Menurut penggagas Festival Payung Indonesia Heru Mataya, banyak hal yang bisa didapat pengunjung dari event ini.

©2019 Merdeka.com

"Yang pasti, mereka akan mengenal dan bisa banyak belajar dari budaya nusantara. Termasuk hubungan intrakultural ragam budaya Indonesia. Selain itu, mereka juga bisa melihat interkultural antarbangsa, yaitu Thailand dan Jepang," papar Heru Mataya, Jumat (30/8).

Heru menilai hadirnya budaya dari dua negara ini akan meningkatkan value festival. Apalagi pengunjung bisa berinteraksi dan mempelajari kebudayaan tersebut. Khususnya, budaya Jepang.

"Pengunjung bisa belajar tentang budaya Thailand. Dan mereka juga bisa mengenal budaya Jepang. Karena akan hadir Payung-Payung Yamamoto dalam festival ini. Mereka juga bisa berpose dengan Kimono dan Yukata," terangnya.

Heru menambahkan, dalam kegiatan ini akan dihadirkan juga Workshop Tea Ceremony Jepang, Tanabata Festival, dan Workshop Furoshikl. Pengunjung akan diperkenalkan juga dengan hubungan dua kota, Jogja-Kyoto, yang telah berusia 35 tahun.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani event Festival Payung Indonesia bisa menginspirasi kota-kota lainnya di Tanah Air.

"Ada sentuhan berbeda yang dilakukan di Festival Payung Indonesia. Budaya nusantara tidak hanya tampil dan dinikmati. Tetapi juga akan berpadu. Begitu juga dengan budaya mancanegara. Ada interkultural. Dan ini sangat bagus untuk pemahaman pengunjung," paparnya.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty membenarkan hal tersebut. Ditambahkannya, meski bernama festival payung, kegiatan dalam event dijamin tidak akan membosankan.

"Karena, agendanya sangat beragam. Tidak hanya tentang payung. Ada Workshop Manual Brew Asli Indonesia. Workshop tentang Kopi Pancong Pontianak dan Kopi Solong Aceh. Ada juga Hand Tapping Tattoo. Atau tato tradisional dari Suku Dayak. Semua kegiatannya sangat kaya akan budaya," papar Esthy.

Selain itu, festival ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari, musik, dan fashion. Serta pameran wastra nusantara

Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan Festival Payung Indonesia mempunyai strategi yang sangat bagus. Sebab, meski menjadi event nasional, festival ini bisa turut melestarikan budaya dari sejumlah daerah di Indonesia.

"Budaya daerah adalah pondasi yang menjadi pondasi bagi budaya nasional. Semakin kuat budaya daerah, semakin maju kebudayaan nasional. Festival Payung Indonesia sangat menyadari itu. Mereka menjadikan budaya daerah sebagai pondasi untuk memeriahkan event. Dan terbukti festival payung selalu memiliki terobosan yang dinantikan wisatawan. Kalau tidak percaya, buktikan sendiri ke Candi Prambanan," papar mantan Dirut PT Telkom itu.

(mdk/hrs)

TOPIK TERKAIT