Buka HBDI, Jokowi Tekankan Penguatan Produk Lokal

GAYA | 16 Agustus 2019 10:56 Reporter : Mega Rachmawati

Merdeka.com - Indonesia memiliki potensi menjadi surga wisata belanja dunia. Pasalnya Indonesia memiliki berbagai brand terbaik yang siap bersaing di kancah global.

Hal itu terungkap pada peluncuran Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) dan Parade merek Lokal Indonesia 2019. Peluncurannya dilakukan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Senayan City, Jakarta, Kamis (15/8).

Pada peluncuran tersebut, Presiden menekankan penggunaan dan pengutamaan produk buatan dalam negeri. Karena pasar Indonesia itu sangat besar. Tugas para pengusaha lokal pemilik merek-merek lokal inilah untuk mengisi pasar yang besar tersebut. Dengan itu ketika barang luar negeri yang akan masuk, sudah penuh oleh produk lokal.

"Saya titip pasar dalam negeri jangan sampai ada yang kosong sehingga produk dari luar mengisi," kata Presiden dalam sambutannya.

Menurut dia, terdapat beragam produk dalam negeri yang memiliki kualitas sangat baik. Dirinya pun menyakini jika produk-produk tersebut mampu bersaing dengan brand ternama dunia. Maka dari itu dibutuhkan ruang yang baik untuk semakin mengangkat brand yang ada.

Cara mudahnya mendorong ruang-ruang strategis di pusat-pusat perbelanjaan diberikan ke merek-merek lokal. Sehingga tidak hanya merek luar negeri saja yang mengisi tempat strategis.

"Jangan biarkan pasar lokal dikuasai asing. Hati-hati, karena neraca perdagangan masih defisit. Kita harus meningkatkan kecintaan kita pada produk-produk dalam negeri. Kalau sudah baik, kemudian bawa merek-merek Indonesia itu ke luar negeri. Disewakan tempat strategis di mal-mal terbesar di dunia. Di Dubai, di KL, di Singapore. Nanti pemerintah akan bantu pembiayaannya! Sudah saatnya brand-brand kecil dan menengah bergabung bersama melakukan penetrasi ke pasar luar negeri," papar Presiden Jokowi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya yang turut hadir dalam peluncuran mengatakan, Kemenpar juga melakukan langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui wisata belanja. Langkah konkretnya, mendorong promosi produk wastra, Kriya lokal sebuah destinasi. Disamping itu juga mengusulkan tax refund yg kompetitif seperti negara-negara yang memiliki wisata belanja sangat maju.

"Produk-produk fashion dan kerajinan Indonesia banyak diminati. Kita bisa kuatkan di area itu agar menjadi yang paling unggul. Kalau sudah kuat kita bisa menjadi surga belanja yang diminati wisatawan dunia. Makannya, produk lokal yang bisa diunggulkan harus terus kita dorong menjadi yang paling dicari wisatawan," ucap Menpar.

Terpisah, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Belanja dan Kuliner Kementerian Pariwisata Vita Datau menyambut baik perhelatan tersebut. Menurutnya, event Great Sale selalu menjadi magnet bagi para shopaholic. Ini pun dirasakan oleh negara-negara tetangga di ASEAN. Ada Malaysia dengan Mega Sale, Singapura dengan Singapore Great Sale serta Thailand dengan Amazing Thailand Great Sale.

"Ajang-ajang di negara-negara tersebut juga untuk mendorong produk-produk dalam negeri mereka. Oleh karenanya sudah saatnya kita terus mendorong produk lokal menjadi produk yang bisa diandalkan. Dengan itu akan semakin mempercepat langkah Indonesia sebagai surga wisata belanja dunia. Imbasnya semakin banyak devisa yang kita hasilkan dari wisata belanja," pungkas Vita.

(mdk/hrs)

TOPIK TERKAIT