Cinta Pertama Sulit Dilupakan, Ini Alasan Ilmiahnya

GAYA | 7 November 2019 06:04 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Ada yang bilang cinta pertama paling sulit dilupakan. Sehebat apa pun pasangan selanjutnya, keberadaan mereka tak akan bisa mengalahkan kesan indah memori cinta pertama. Benarkah?

Pendapat ini tak sepenuhnya salah, kok. Pasalnya ada penelitian yang menemukan alasan ilmiah di balik kuatnya kesan yang kita ciptakan terhadap memori cinta pertama. Berikut ini penjelasannya.

1 dari 1 halaman

Mempengaruhi Bagian-Bagian Otak Lebih Kuat

Sebuah penelitian menarik diterbitkan di jurnal Neuron menyebutkan bukti bahwa ingatan emosional seperti rasa berdebar-debar jatuh cinta untuk pertama kalinya, bisa memberi pengaruh lebih banyak pada sejumlah bagian berbeda di otak termasuk hippocampus. Memori seperti ini akana menghasilkan pengaruh yang lebih besar di otak daripada ingatan biasa.

Jadi, bila kita masih mengingat pengalaman jatuh cinta untuk pertama kalinya atau cinta pertama kita, hal itu ternyata tak hanya dipengaruhi oleh faktor emosi melainkan ada bagian otak kita yang aktif.

Semoga pahit manisnya pengalaman cinta pertama bisa memberi pengalaman yang berharga di hidup kita, ya.

Reporter: Endah Wijayanti
Sumber: Fimela.com (mdk/tsr)

Baca juga:
Kata Psikolog, Orang Berkepribadian Seperti Ini Paling Mudah Jatuh Cinta
Apa yang Harus Dilakukan Jika Pasangan Genit?
Penelitian: Rata-Rata Manusia Temukan Sahabat di Usia Ini
Pakar: Sifat Individualis Banyak Ditemukan di Miliuner
7 Perilaku Negatif yang Bisa Menurun Secara Genetik