Dianggap Sebagai Ras Tertua di Dunia, Ini Fakta Menarik Tentang Kucing Siam

Dianggap Sebagai Ras Tertua di Dunia, Ini Fakta Menarik Tentang Kucing Siam
Dianggap Sebagai Ras Tertua di Dunia, Ini Fakta Menarik Tentang Kucing Siam. ©2021 Merdeka.com
GAYA | 17 Februari 2021 07:10 Reporter : Jeffreydien Winanda

Merdeka.com - Cat lovers pastinya tahu dengan ras kucing yang satu ini. Yap, kucing Siam. Memiliki warna tubuh silver-grey, Siamese cat mempunyai hidung yang berwarna gelap dan ekspresi wajah yang menggemaskan. Sebelum memutuskan untuk memeliharanya, yuk kenali fakta-fakta menarik dari kucing Siam di bawah ini:

Diyakini Telah Ada Sejak Abad 14

dianggap sebagai ras tertua di dunia ini fakta menarik tentang kucing siam
©2021 Shutterstock

Seperti namanya, kucing ini berasal dari Siam atau yang sekarang kita kenal sebagai negara Thailand. Belum ada bukti otentik mengenai asal-usul kucing ini dan kapan mulai dipelihara. Namun, kucing Siam pertama kali muncul dalam penggambaran manuskrip kuno Thailand yang berasal dari abad 14. Jika informasi ini benar adanya, maka Siam adalah kucing ras tertua di dunia.

Sudah Jadi Primadona di Abad 18

dianggap sebagai ras tertua di dunia ini fakta menarik tentang kucing siam
©2021 Shutterstock

Thailand sebagai satu-satunya di Asia Tenggara yang tidak pernah jadi wilayah jajahan, telah mampu berhubungan baik dengan wilayah luar sejak abad 18. Hal ini yang menjadi kucing Siam populer di luar negeri. Bahkan istri presiden AS Rutherford Hayes yang menjabat dari tahun 1877-1881 memelihara kucing ras Siam ini.

Pernah Bermain Film

dianggap sebagai ras tertua di dunia ini fakta menarik tentang kucing siam
©2021 Amazon.com

Pada tahun 1993, dirilis sebuah film keluarga berjudul Homeward Bound: The Incredible Journey. Film ini mengisahkan tentang persahabatan 3 binatang, yakni anjing bernama Shadow dan Chance, dan kucing Siam bernama Sassy. Persahabatan mereka bermula ketika sang pemilik mengabaikan dan tidak merawat dengan baik peliharaannya. Kemudian Shadow, Chance, dan Sassy memutuskan untuk keluar dari rumah dan memulai petualangan mereka sendiri.

Pernah Menggagalkan Upaya Mata-Mata

dianggap sebagai ras tertua di dunia ini fakta menarik tentang kucing siam
©2021 Shutterstock

Pada tahun 1960, kedutaan Besar Belanda yang ada di Moscow mendadak heboh. Hal ini dikarenakan dua kucing Siam merasa gelisah dan bertingkah tidak seperti biasanya. Di malam hari mereka terbangun dari tidur dan mencakar-cakar dinding seolah mendengarkan sesuatu. Karena merasa janggal, sang pemilik memutuskan membongkar dinding dan menemukan 30 mikrofon kecil yang digunakan untuk memata-matai dirinya.

Warna Bulunya Dipengaruhi Suhu

dianggap sebagai ras tertua di dunia ini fakta menarik tentang kucing siam
©2021 Shutterstock

Jika diperhatikan secara saksama, bulu kucing Siam di ujung kaki, wajah, dan telinga terlihat lebih gelap dibanding dengan yang ada di tubuhnya. Hal ini bisa terjadi karena enzim pembentuk warna bulu yang sensitive terhadap suhu. Perubahan warna bulu ini terjadi ketika kucing Siam berusia beberapa minggu.

Makanan Favorit Kucing Siam

dianggap sebagai ras tertua di dunia ini fakta menarik tentang kucing siam
©2021 Merdeka.com

Untuk soal makanan, treatment khusus perlu diberikan kepada kucing Siam. Hal ini karena mereka menyukai ayam dan kalkun rebus. Selain ungaas, Siam juga menyukai ikan salmon. Ketiga makanan ini akan membuat kucing berwajah gelap ini makan dengan lahap.

4 kesalahan memberikan makanan kucing anggora bisa ganggu kesehatannya
©Muezza

Ikan salmon juga terkandung dalam Muezza Cat Food. Sebagai makanan kucing yang telah terverifikasi halal dari The Central Islamic Committee of Thailand, Muezza memiliki nutrisi terlengkap dan varian rasa yang digemari oleh kucing jenis apapun. Selain salmon, Muezza juga mempunyai varian rasa Tuna, Ocean Fish, dan Mackerel Fish. Sudah pasti, anabul akan suka dan makan dengan lahap. Dapatkan Muezza sekarang juga melalui Shoppee dan Tokopedia.

(mdk/jfw)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami