Ini Alasan Jepang Sampai Punya 300 Rasa KitKat

GAYA | 8 November 2019 14:15 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Jepang memiliki lebih dari 300 rasa KitKat. Beberapa di antaranya merupakan edisi terbatas yang sudah tak diproduksi lagi. Bahkan ada yang cuma bisa dibeli di daerah tertentu saja.

Rasanya pun serba unik, mulai dari melon Yubari, jagung, ginger ale, wasabi, sakura, dan ceri. Ada juga yang mengusung rasa khas negeri sakura, yaitu miso, teh hijau, dan soyu (kecap Jepang). KitKat rasa puding panggang dan cheesecake yang bisa dipanggang pun ada.

Hebatnya, setiap tahun Nestle masih mengeluarkan aneka rasa baru khusus untuk pasar Jepang saja.

1 dari 3 halaman

Mantra Lulus Ujian untuk Para Pelajar

Kenapa orang Jepang begitu menggilai KitKat? Padahal Jepang juga punya perusahaan cokelat yang produknya populer sampai ke mancanegara. Misalnya saja Meiji dan Morinaga.

Tetapi KitKat, wafer bersalut cokelat susu dari Inggris ini justru merajai penjualan produk permen cokelat di negeri sakura.

Ketika KitKat masuk ke Jepang pada tahun 1970-an, produk ini mulai populer sebagai jimat keberuntungan. Pengucapan KitKat yang berubah jadi 'kitto katsu' di lidah warga Jepang memiliki arti 'pasti berhasil'.

 /></p>
<p style= Istimewa

Para orangtua mengirimkan KitKat dengan pesan penyemangat untuk anak mereka yang tengah menempuh ujian masuk universitas di kota. Begitu juga dengan muda-mudi Jepang yang ingin memberikan kado untuk orang tersayang.

Lambat laun KitKat menjadi omiyage, oleh-oleh untuk sanak saudara yang dikunjungi. "Ada ikatan emosional yang kuat dan 'rasa memberi' [dari pemberian KitKat]," tutur Ryoji Maki, manajer pemasaran KitKat dalam wawancara dengan CNN.

2 dari 3 halaman

Satu Daerah, Satu Rasa KitKat

Populernya KitKat membuat Nestle terinspirasi untuk menciptakan aneka rasa musiman. Seperti halnya menu edisi terbatas di restoran cepat saji, KitKat edisi khusus ini juga ludes diserbu konsumen Jepang. Akhirnya Nestle terpikir untuk membuat gerakan 'satu desa, satu produk'.

Aneka produk kuliner lokal disulap menjadi rasa baru KitKat. Selain sebagai oleh-oleh khas, KitKat dengan variasi rasa lokal ini sekaligus sebagai alat untuk mempromosikan daerah yang bersangkutan.

 /></p>
<p style= Lazer House

Beberapa rasa KitKat paling unik yang bisa dijumpai di Jepang antara lain rasa Chocobanana, nihonshu (sake Jepang), wasabi, ubi, pir, jagung bakar, cookies dan krim, edamame, teh hojicha, serta cola dan lemon squash.

Dari Nagano ada KitKat rasa cabai merah dan apel Shinshu. Hokkaido punya KitKat rasa melon Yubari dan kacang merah. KitKat rasa cuka apel yang manis dan asam terbukti populer, sebab olahan buah yang difermentasi ini merupakan minuman musim panas yang populer di sana.

KitKat rasa rum raisin jadi oleh-oleh khas Tokyo. Strawbery Cheesecake merupakan produk khas Yokohama. Sementara stroberi Amaou jadi produk andalan Kyushu.

3 dari 3 halaman

Jajanan Minimarket yang Naik Kelas Menjadi Merek Premium

Tak cukup hadir dengan aneka rasa saja, KitKat telah berkembang menjadi merek premium yang dijual di chocolate boutiqe.

 /></p>
<p style= Rocketnews24

Nestle meluncurkan KitKat Chocolatory pada bulan Januari tahun 2014, disusul dengan pembukaan cabang di berbagai daerah.

KitKat Chocolatory dikelola dengan pengawasan dari Yasumasa Takagi, seorang chef pattiserie kondang. Sejak pembukaan, KitKat Chocolatory telah mendatangkan omzet milyaran yen bagi Nestle.

Sumber: Mental_floss, CNN, Telegraph (mdk/tsr)

Baca juga:
Rendang Berasal dari Indonesia, Malaysia, atau India?
Kenapa Orang Korea Suka Makan Mi di Tutup Panci?
Punya Tampilan Mirip, Ini Perbedaan Es Krim, Gelato, dan Sorbet
Roti Gambang Disebut Salah Satu Roti Terenak di Dunia
VIDEO: Jatuh Bangun Juragan Warteg Kharisma Bahari