Mengenal Jadah Tempe, Gurihnya Sushi Jowo dari Yogyakarta

Mengenal Jadah Tempe, Gurihnya Sushi Jowo dari Yogyakarta
Ilustrasi jadah tempe. © Instagram.com/jadahtempe.mbahcarik
GAYA | 22 September 2021 06:03 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Anda bisa menyebutnya sushi Jawa, rice burger lokal, atau bahkan sandwich a la Indonesia. Apapun nama yang dipakai tak jadi masalah. Satu hal yang pasti, jadah tempe adalah salah satu warisan kuliner tradisional yang perlu dicoba.

Sebenarnya apa itu jadah tempe? Makanan ini terdiri dari jadah yang juga dikenal dengan nama uli, tetel, atau gemblong serta tempe bacem sebagai pelengkap. Rasanya gurih, kenyal, dan manis secara bersamaan saat digigit.

Jadah tempe banyak ditemukan di Yogyakarta. Di sana ada juga jadah manten yang dibalut dadar telur dan dibakar hingga semangit.

Bahan Baku Jadah Tempe

Jadah dibuat dari beras ketan putih yang diolah dan ditanak bersama parutan kelapa untuk menghasilkan rasa gurih. Setelah itu, jadah dibentuk pipih seukuran telapak tangan agar lebih mudah dilahap.

Sementara itu, tempe bacem pendamping jadah dimasak dengan gula merah, air kelapa, dan rempah-rempah sampai kering. Jika sudah matang, warnanya berubah menjadi cokelatan pekat hingga ke dalam. Permukaannya kesat dengan rasa manis yang meresap sempurna.

Setelah matang dan cukup dingin, jadah dan tempe bacem siap disuguhkan. Dipertemukan di atas nampan dengan pelengkap cabai rawit hijau yang biasa dilalap mentah itu. Bagaimana cara menyantapnya? Mau diapit dua buah jadah seperti burger, ditumpuk seperti sushi, atau digigit bergantian, bebas saja. Tergantung selera si penyantap.

Ada juga tahu bacem sebagai pengganti tempe. Walaupun begitu, baceman tempe tampaknya lebih populer sebagai pendamping jadah.

Baca Selanjutnya: Jadah Tempe Terpopuler di Yogyakarta...

Halaman

(mdk/tsr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami