Kafe di Jepang Gunakan Pelayan Robot agar Kaum Difabel bisa Tetap Bekerja

GAYA » MAKASSAR | 13 Desember 2018 08:01 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Pelayan kafe atau restoran dalam bentuk robot bukanlah konsep baru dalam lingkup teknologi. Mereka sudah digunakan di beberapa kafe, seperti restoran Naulo di Nepal yang telah mempekerjakan tiga pelayan robot berbentuk manusia yang disebut Gingers. Namun, startup Ory Lab telah membawa konsep ini ke tingkat yang lebih maju.

Bulan ini Dawn Ver Beta, sebuah kafe di Tokyo, Jepang dibuka untuk umum selama dua minggu. Kafe ini melayani tamu dengan bantuan robot Orly Lab. Bagian uniknya adalah semua robot dikendalikan dari jarak jauh oleh orang-orang difabel dengan cacat berat.

Kafe Dawn Ver Beta pekerjakan kaum difabel dengan bantuan robot ©2018 Ory Lab


Dilansir Bored Panda, tujuan pembukaan kafe ini adalah membantu kaum difabel untuk mendapatkan lebih banyak kemandirian di dalam hidup mereka yang serba terbatas.

Ada sepuluh karyawan yang dipekerjakan Dawn Ver Beta. Mereka adalah penderita penyakit berat seperti amyotrophic lateral sclerosis (ALS) dan cedera sumsum tulang belakang.

Kafe Dawn Ver Beta pekerjakan kaum difabel dengan bantuan robot ©2018 Ory Lab


Kafe Dawn Ver Beta pekerjakan kaum difabel dengan bantuan robot ©2018 Ory Lab


Para karyawan mengoperasikan robot 4 kaki yang disebut OriHime-D dari rumah masing-masing. Robot-robot itu dikendalikan dengan bantuan komputer yang melacak gerakan mata para pasien yang tidak bisa bangun dari tempat tidur. Teknologi ini memungkinkan mereka untuk memindahkan robot, membuat mereka mengambil benda-benda dan bahkan berbicara dengan pelanggan.

Kafe Dawn Ver Beta pekerjakan kaum difabel dengan bantuan robot ©2018 Ory Lab


Dengan teknologi yang dimiliki OriHime-D, para karyawan difabel tidak perlu keluar rumah atau bahkan bangun dari tempat tidur untuk bekerja. Nantinya mereka akan akan dibayar 1000 yen atau sekitar 129000 rupiah per jam.

"Saya ingin menciptakan dunia di mana orang-orang yang tidak dapat meenggerakkan tubuh mereka dapat bekerja juga," kata Kentaro Yoshifuji, CEO Ory Lab. Inc.

Baca juga:
Gerindra Tuding Pemerintah Tak Berpihak kepada Kaum Difabel
Jokowi dorong kabupaten dan kota ramah penyandang disabilitas
Semangat atlet disabilitas dalam Indonesia Para Games Invitational Tournament
Cerita anak difabel di Banten tak diterima masuk SMK
Ditolak oleh driver ojol di Makassar, penyandang difabel mengadu ke grab

(mdk/tsr)