Keluarga Sepelekan Wabah Corona? Ini 6 Saran Psikolog untuk Mengingatkan Mereka

Keluarga Sepelekan Wabah Corona? Ini 6 Saran Psikolog untuk Mengingatkan Mereka
GAYA | 28 Maret 2020 17:38 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Pada saat seluruh dunia diguncang pandemi virus covid-19 seperti ini, pasti masih ada saja orang-orang yang menganggapnya enteng. Bahkan mungkin keluarga atau orang-orang di sekitar kita sendiri yang menyepelekan wabah virus corona.

Jangankan menganggap serius, imbauan untuk jaga jarak dan karantina mandiri pun tak mereka indahkan. Padahal hal itu bisa membahayakan orang-orang tercinta, misalnya saja orangtua yang sudah memiliki penyakit bawaan atau kakek dan nenek yang kondisi tubuhnya sudah tak terlalu prima.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa mengingatkan orang-orang ini betapa pentingnya menghadapi wabah virus corona dengan serius? Berikut ini beberapa saran dari psikolog yang bisa Anda terapkan, seperti dilansir The Huffington Post.

1 dari 6 halaman

1. Beberkan Fakta yang Ada tanpa Perlu Menghakimi

Jika Anda bermaksud mengingatkan orang terdekat, cobalah menggunakan fakta sebagai alat untuk berkomunikasi dan sebisa mungkin sampaikan tanpa bersikap menghakimi.

Shane G. Owens, psikolog dari Farmingdale State College (SUNY) menyarankan penggunaan kata 'aku' untuk menekankan maksud dengan cara yang lebih mudah diterima.

Contohnya, "Aku khawatir sama kesehatan Bapak/Ibu dan orang-orang yang kalian temuui."

Kalimat di atas lebih mudah diterima daripada yang satu ini, "Bapak/Ibu seharusnya nggak boleh gitu, nanti bisa ketularan dan nularin orang lain!"

2 dari 6 halaman

2. Manfaatkan Hal atau Sosok yang Mereka Percayai

Orangtua atau kerabat mungkin bakal sulit menerima fakta-fakta yang Anda beberkan. Namun reaksi mereka bisa saja berbeda jika Anda menunjukkan video atau anjuran tertulis dari pemerintah.

Jika orang-orang terdekat Anda justru meragukan otoritas pemerintah, cobalah tunjukkan video atau anjuran dari tokoh agama yang mereka jadikan panutan.

3 dari 6 halaman

3. Fokuskan kepada Hal-Hal yang Mereka Prioritaskan

Saat mencoba berkomunikasi dengan orang-orang terdekat Anda, psikiater Nikole Benders-Hadi menyarankan untuk fokus pada hal-hal yang mereka anggap penting.

"Tak ada orang yang suka didikte, jadi daripada memberi tahu bagaimana mereka harus mengubah perilaku, lebih baik fokus ke hal-hal yang mereka prioritaskan," katanya. "Mungkin mereka punya kekhawatiran terhadap anggota keluarga yang sakit autoimun, atau dampak jangka panjang pandemi ini terhadap kondisi finansial, atau hal lainnya."

4 dari 6 halaman

4. Hubungkan dengan Fenomena Serupa di Masa Lalu

Bahkan generasi orangtua atau nenek kita pasti pernah menjadi saksi mata sebuah epidemi atau pandemi di masa lalu. Kaitkan penjelasan Anda tentang bahaya virus corona dengan pengalaman tersebut. Ingatkan kembali mereka seperti apa bahayanya jika krisis kesehatan seperti ini tidak ditangani dengan serius.

5 dari 6 halaman

5. Akuilah Kalau Situasi Ini Juga Tidak Menyenangkan untuk Anda

Saat mengkomunikasikan pentingnya menanggapi wabah corona, Anda perlu mengakui dengan jujur kalau situasi ini juga menyulitkan bagi Anda. Mereka perlu tahu kalau Anda juga stres dan merasa keberatan dengan kebijakan ini. Intinya buat mereka mengerti kalau situasi ini berdampak besar bagi semua orang tanpa terkecuali.

6 dari 6 halaman

6. Tetaplah Berpikir Realistis

Ada kalanya semua usaha kita untuk meyakinkan orang-orang tersayang tentang seriusnya pandemi corona tidak berbuah. Pada kondisi seperti ini kita harus tetap berpikir realistis.

Tak ada salahnya menetapkan batasan agar kedua belah pihak bisa 'sepakat untuk tidak sepakat' tanpa harus membahayakan siapapun. Misalnya dengan memutuskan untuk menerima kunjungan mereka terlebih dahulu atau menyampaikan keputusan Anda untuk tidak melakukan kontak fisik dengan mereka secara halus. Itulah saran yang disampaikan oleh terapis Marie Land. (mdk/tsr)

Baca juga:
Sudah punya anak, ini 5 cara atur keuangannya agar tak bangkrut
2.838 Keluarga di Waykanan Lampung belum menikmati listrik
Harmoni dan haru kehidupan keluarga orang utan di Spanyol
Keluarga minta pelaku mutilasi Nur Atikah dihukum mati
Datangi Mapolsek Purwokerto Timur, keluarga Sofia lakukan pencarian

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami