Kenapa Kulit Apel Malang Tidak Bisa Semerah Apel Impor?

GAYA » MALANG | 10 Desember 2019 17:14 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Jika Anda termasuk penggemar buah apel, mungkin Anda sudah mencoba berbagai varietas apel yang ada di pasaran. Kemungkinan besar Anda juga menyadari kalau apel lokal, terutama apel Malang cenderung memiliki kulit hijau bersemu merah. Sementara apel impor warnanya lebih merah. Apel Washington yang laris manis di sini bahkan memiliki kulit buah berwarna merah gelap yang cantik, sehingga disukai sebagai buah untuk hantaran atau pajangan.

Satu hal yang menjadi pertanyaan, kenapa kulit apel impor lebih merah daripada apel lokal? Selain karena varietas apel yang berbeda, masih ada alasan lain yang menyebabkan apel Washington sekalipun tidak akan bisa berwarna merah gelap jika ditanam di Indonesia. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1 dari 3 halaman

Penanaman Apel Butuh Suhu Hangat dan Dingin Bersamaan

Pixabay/lumix2004

Menurut Todd Fryhover, Presiden Komisi Apel Washington kepada Liputan6.com, ternyata warna tersebut adalah efek dari kondisi iklim setempat. Iklim yang ideal untuk menanam apel yang enak adalah antara suhu hangat dan suhu dingin bersamaan. "Di sini lebih dominan suhu dingin daripada yang ada di AS. Jadi, meskipun petani kami datang kemari, mereka akan kesulitan menumbuhkan apel seperti yang kami lakukan di Washington," jelasnya.

Ia menjelaskan kondisi perkebunan apel berada di gurun sehingga perubahan suhu drastis terjadi. Suhu di Washington pada siang hari berkisar 30 derajat Celcius, sedangkan di malam hari berkisar 10 derajat Celcius.

2 dari 3 halaman

Curah Hujan Tinggi Bikin Apel Pucat

Indantoko2016 Merdeka.com

Belum lagi rendahnya curah hujan di sana, hanya 7 inchi per tahun. Hal itu mendukung penanaman apel di Washington. Sementara di Malang, curah hujan cukup tinggi. Hal itu membuat warna apel menjadi pucat.

"Meskipun Anda memiliki apel yang berkualitas baik, warnanya hanya akan tetap hijau karena di sini sangat-sangat basah. Anda memiliki suhu berbeda dengan yang kami miliki...mungkin bila kami menumbuhkan apelmu di Washington, warnanya akan merah," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Pangsa Pasar Apel di Indonesia

2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Sementara itu, ia menyebut perkebunan apel di Washington sudah dimulai sejak 1900-an atau sudah berjalan sekitar 120 tahun. Perkebunannya luas dan banyak dikelola turun temurun.

Menurut Todd, para petani setempat senang bereksperimen dengan apel. Tak heran bila kini mereka memiliki sekitar 30-40 varietas yang 12 di antaranya menjadi komoditas ekspor andalan, termasuk ke Indonesia. Namun, varietas asli Washington adalah Red Delicious.

"Kami memiliki apel yang rasanya manis, sepat, dan di antara keduanya," ujarnya.

Ia mengatakan pasar apel di Indonesia berubah dalam beberapa tahun terakhir. Bila sebelumnya didominasi oleh apel Red Delicious, kini varian yang diminati lebih beragam, seperti apel Fuji, Honey Crisp, dan Granny Smith.

Reporter: Dinny Mutiah
Sumber: Liputan6.com (mdk/tsr)

Baca juga:
Apel Organik Miliki Kandungan Lebih Sehat dan Rasa yang Lebih Lezat
5 Manfaat Apel untuk Kecantikan jika Dikonsumsi Setiap Hari
Santai Sejenak Sembari Nikmati Minuman Fermentasi Apel Murni
Kunyah-kunyah sebuah apel dan dapatkan 10 manfaat ajaib ini

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.