Kenapa Makanan di Pesawat Terasa Lebih Hambar?

Kenapa Makanan di Pesawat Terasa Lebih Hambar?
GAYA | 12 Maret 2020 13:07 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Saat bepergian dengan pesawat, kadang kita disediakan makanan selama penerbangan. Penyajian makanan ini ada yang gratis dan tentu saja sebagian besar berbayar. Satu hal yang pasti, makanan di penerbangan menjadi solusi bagi segelintir traveler yang butuh bersantap selama perjalanan.

Sayangnya, hidangan di pesawat yang terlihat enak itu rasanya hambar. Setidaknya sebagian besar pengguna pesawat terbang berpendapat demikian. Itu bukan hanya pendapat para penumpang, tapi juga diakui pihak maskapai.

1 dari 3 halaman

Tekanan Udara Mempengaruhi Indera Pengecap

ilustrasi pesawat terbang

2014 Merdeka.com

Qatar Airways Culinary Development Manager Decha Mingkwan menjelaskan, hal itu terjadi karena tekanan udara di dalam pesawat yang mempengaruhi telinga dan berujung pada kemampuan lidah dalam merasakan makanan.

Indera perasa memang kurang berfungsi di ketinggian. Tingkat kelembapan yang rendah dan tekanan udara membuat indera perasa jadi lebih tumpul. Itu yang jadi alasan mengapa maskapai kerap menyajikan makanan pedas atau asin agar lebih terasa.

Suara mesin pesawat juga bisa berpengaruh pada ketidakmampuan mencium dan merasakan makanan serta minuman.

2 dari 3 halaman

Dulu Makanan di Pesawat Dimasak Lebih Asin

ilustrasi makanan di pesawat

Shutterstock

"Dulu, kami membuat makanan jadi lebih asin untuk di pesawat," ungkap Decha di Cengkareng, dilansir dari Antara, Jumat, 27 Februari 2020.

"Namun sekarang, makanan di darat dan di pesawat yang kami buat rasanya sama," lanjutnya. Ia menambahkan, hal itu dimungkinkan karena sirkulasi udara yang lebih baik di pesawat sehingga tidak begitu mempengaruhi kemampuan mencecap.

3 dari 3 halaman

Akali dengan Memakai Penutup Telinga

Memakai penutup telinga untuk mengurangi suara bising bisa jadi cara termudah agar makanan dan minuman terasa lezat di dalam pesawat, kata Profesr Charles Spence, penulis "Gastrophysics: The New Science of Eating" seperti dikutip dari Telegraph.

Jadi, kalau Anda naik pesawat lagi dan mendapat sajian makanan, cara tersebut mungkin bisa dicoba agar makanan lebih terasa.

Sumber: Liputan6.com (mdk/tsr)

Baca juga:
Kreasi Sushi Unik di Jawa Barat, dari Toping Oncom Hingga Toping Seblak
6 Kuliner Indonesia yang Disebut Bisa Membawa Keberuntungan
5 Fakta Menarik Dawet Ikan Lele Kediri, Pecahkan Rekor MURI
10 Kuliner Unik yang Hanya Ada di Bulan Ramadan, Salah Satunya Gulai Siput
10 Nama Makanan Unik, Bukti Orang Indonesia Kreatif

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami