Kerontokan Bulu Kucing Anggora Ternyata Dipengaruhi Musim, Kok Bisa?

Kerontokan Bulu Kucing Anggora Ternyata Dipengaruhi Musim, Kok Bisa?
Kerontokan Bulu Kucing Anggora Ternyata Dipengaruhi Musim, Kok Bisa?. ©Shutterstock
GAYA | 17 Mei 2021 08:00 Reporter : Wuri

Merdeka.com - Sering menemukan bulu kucing Anggora di baju, selimut, atau makanan? Pemilik anabul sering was-was saat memikirkan bulu-bulu yang terlepas, apakah itu normal atau tanda gangguan kesehatan. Bahkan ada mitos yang menyebutkan kalau kerontokan bulu itu ada musimnya. Ada benarnya, kok, ini alasannya!

Berubah Sesuai Musim

kerontokan bulu kucing anggora ternyata dipengaruhi musim kok bisa
©Shutterstock

Bulu kucing yang rontok itu normal dan alami dalam kehidupan kucing. Justru hal ini baik untuk menjaga kucing tetap sehat karena terhindar dari iritasi kulit. Meskipun terjadi sepanjang musim, ada waktu-waktu tertentu di mana anabul akan lebih banyak mengalami kerontokan bulu.

Selama bulan-bulan yang lebih dingin, kucing Himalaya misalnya akan merontokkan lebih sedikit untuk menjaga bulunya lebih tebal, sehingga terlindungi dari angin dan suhu dingin. Sebaliknya, kucing akan lebih banyak kehilangan bulunya di musim yang lebih panas agar merasa lebih nyaman dengan bulu yang ringan.

Dipengaruhi Intensitas Sinar Matahari

kerontokan bulu kucing anggora ternyata dipengaruhi musim kok bisa
©Shutterstock

Uniknya, kerontokan bulu kucing justru banyak terjadi di siang hari, yang dikenal dengan istilah photoperiod. Intensitas paparan sinar matahari yang diterima oleh anabul setiap harinya, jadi faktor yang memengaruhi banyaknya bulu yang rontok.

Hewan peliharaan yang banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan juga berpotensi rontok setiap hari, tapi dengan jumlah yang lebih sedikit daripada yang banyak berada di luar ruangan. Pasalnya, kucing indoor tidak membutuhkan perlindungan yang sama dengan anabul yang tinggal di alam terbuka, sehingga tidak mengembangkan lapisan bulu yang tebal.

Faktor yang Memengaruhi Kerontokan Bulu Kucing

kerontokan bulu kucing anggora ternyata dipengaruhi musim kok bisa
©Shutterstock

Kerontokan bulu yang berlebihan atau berkurang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain ras dan musim, jumlah bulu yang rontok bisa dipengaruhi stres, gizi buruk, masalah kesehatan, alergi pada makanan, parasit dan infeksi, kehamilan, efek samping obat-obatan, sengatan matahari, hingga iritasi kulit.

Cara Mengurangi Kerontokan Bulu Kucing

Kerontokan bulu pada kucing Himalaya dapat dikontrol dengan sering menyikat dan menyisir. Apalagi untuk anabul dengan bulu yang cukup panjang dan tebal, rutin grooming dapat menghilangkan folikel bulu yang lepas dan mati, sehingga membantu menjaga kesehatan kulit dan bulunya.

Saat memulai kebiasaan grooming, bikin sesi menyisir bulu ini cukup singkat dan hentikan sebelum anabulmu mulai kurang nyaman. Untuk ras berbulu panjang seperti kucing Himalaya, mulai dengan sisir bergigi jarang dan lanjutkan dengan yang bergigi rapat.

Gunakan dry food sebagai treat yang membantu membuat pengalaman ini jadi lebih mudah bagi pemilik kucing dan membantu anabul belajar menikmati rutinitas ini. Tambah waktunya secara bertahap sehingga efektif mengurangi jumlah bulu yang bertebaran di sekitar rumah.

kerontokan bulu kucing anggora ternyata dipengaruhi musim kok bisa
©Merdeka

Jangan sembarangan memilih camilan untuk memuluskan rutinitas grooming, pilih makanan kucing halal Muezza yang mengandung nutrisi dari bahan alami. Menjaga kesehatan kucing dan keindahan bulunya, pilih brand dry food ini untuk menu makan anabul sehari-hari. Pilih sendiri varian rasa Muezza yang jadi favorit kucing, seperti Salmon, Tuna, Mackerel, dan Ocean Fish. Sedia selalu stoknya dengan beli langsung di Shopee atau Tokopedia! (*/eth)

Beli Muezza di ShopeeBeli Muezza di Tokopedia (mdk/wri)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami