Kisah George Town Penang dan Muralnya yang Jadi Buruan Pelancong Dunia

Kisah George Town Penang dan Muralnya yang Jadi Buruan Pelancong Dunia
GAYA | 22 Februari 2020 04:00 Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Bagi traveler generasi milenial, tampaknya berwisata ke Penang masih belum lengkap jika tak mengunjungi George Town. Mampir ke George Town belum afdal kalau belum foto-foto bersama muralnya.

George Town adalah rumah bagi peninggalan arsitektur penting dan saksi percampuran budaya yang membuatnya dianggap layak menjadi bagian UNESCO World Cultural Heritage. Kota tuanya merupakan magnet wisatawan. Sementara muralnya adalah skena seni jalanan populer yang tak pernah gagal menarik perhatian traveler asing.

1 dari 5 halaman

Berawal dari Keinginan Pemerintah untuk Re-branding

street art di george town penang

Pixabay/terimakasih0

Dilansir Culture Trip, wilayah kota tua George Town awalnya adalah pusat peninggalan arsitektur Asia dan Eropa. Gedung-gedungnya mengusung gaya arsitektur Melayu, India, China, hingga Eropa.

Setelah dinobatkan sebagai bagian dari UNESCO World Cultural Heritage Site, Penang semakin bersolek mempercantik diri. Kali ini dengan mural-mural cantik bikinan para seniman jalanan. Pemerintah Malaysia ingin George Town memiliki daya tarik baru bagi wisatawan. Karena itulah mereka mengadakan kompetisi The Marking of George Town

2 dari 5 halaman

Karikatur dari 52 Kerangka Baja Menjadi Pemula

street art di george town penang

Pixabay/belbab

Mereka mengundang para seniman dan desainer untuk menggodok ide branding bagi fasilitas umum dan bangunan bersejarah kota itu. Gagasan terbaik dimenangkan oleh studio Sculpture at Work. Mereka mendesain karikatur dari 52 kerangka baja dan dari sanalah pergerakan seni jalanan di George Town bermula.

3 dari 5 halaman

Dilanjutkan George Town Festival dan Ernest Zacharevic

street art di george town penang

Pixabay/AdamHillTravel

Empat tahun kemudian, George Town mengadakan 2012 George Town Festival. Event tersebut mengundang seniman Lithuania, Ernest Zacharevic untuk menggambar mural bernuansa lokal. Hasilnya adalah mural-mural yang menghiasi lorong dan tembok-tembok kota. Dua di antaranya yang paling populer di antara wisatawan adalah Little Children on a Bicycle and Little Girl in Blue.

4 dari 5 halaman

Seni Jalanan Mulai Berkembang Pesat

mural di george town penang

Instagram.com/febriantidiah

Sejak itu, seni jalanan di George Town semakin berkembang. Tak sedikit pula seniman yang menambahkan mural tanpa izin pemerintah setempat.

Dilansir Penang Monthly, pusat-pusat kebudayaan George Town lantas menjadi tuan rumah berbagai pameran seni. Selain seni dinding, karikatur besi tempa juga mulai menghiasi kota tersebut. Masing-masing menampilkan aspek unik dari sejarah dan kebudayaan George Town.

5 dari 5 halaman

Jadi Bagian Ritual Wisata para Traveler

mural di george town penang

Instagram.com/ramadhianfadillah

Sekarang, mural dan karya-karya seni jalanan tersebut seolah menjadi harta karun bagi para pelancong. Perburuan mural ikonik dan foto Instagram bersamanya sebagai bukti telah menjadi ritual wisata yang diterapkan oleh hampir semua orang yang berkunjung ke George Town. Keunikannya bahkan mulai ditiru kota-kota lain di dunia. (mdk/tsr)

Baca juga:
Potret Jasa Lukis di Kawasan Blok M
Karya Seni Jalanan Rubik Mona Lisa Bakal Dilelang 2 Miliar Rupiah
Kisah Lukisan Basuki Abdullah yang Jadi Saksi Asmara Soekarno dan Pramugari Garuda
7.260 Cangkir Kopi Disulap Jadi Mosaik Topeng Firaun di Mesir
Gemerlap Cahaya Futuristik di Wave of Tomorrow

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami